Ekonomi

Harga Plastik Melonjak, Wali Kota Bandung Minta Hemat

14
×

Harga Plastik Melonjak, Wali Kota Bandung Minta Hemat

Sebarkan artikel ini
Toko Plastik
Ilustrasi : Toko Plastik

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di tengah lonjakan harga yang signifikan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kenaikan harga plastik dipicu melonjaknya biaya bahan baku petrokimia akibat kondisi global.

“Plastik itu turunan petrokimia. Saat harga energi naik, produksi turun dan harga ikut melonjak,” ujar Farhan saat monitoring di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026).

Ia mengungkapkan, harga plastik bahkan naik hingga hampir 10 kali lipat.

Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional pedagang serta pola konsumsi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung mendorong warga membawa kantong belanja sendiri dan wadah pribadi saat membeli makanan.

Langkah ini dinilai efektif untuk menekan ketergantungan plastik sekaligus mengurangi beban pengeluaran.

Di sisi lain, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok relatif aman.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyebut stok minyak goreng subsidi MinyakKita tersedia dan dijual sesuai HET.

Distribusi dari Perum Bulog disebut berjalan lancar ke pasar-pasar tradisional.

“Dropping dari Bulog rutin setiap minggu. Harga tetap sesuai ketentuan,” kata Ronny.

Secara umum, harga pangan seperti beras, telur, dan daging masih stabil.

Namun, sejumlah komoditas seperti gula dan kedelai mengalami kenaikan, sementara harga cabai terpantau fluktuatif.

Pemkot Bandung memastikan akan terus memantau kondisi pasar guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.