LONDON – Presiden Donald Trump mendesak sejumlah negara sekutu untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa jam terakhir, Trump dua kali menyerukan negara-negara seperti Inggris, Prancis, bahkan China untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dengan mengirimkan armada militer.
Seruan itu muncul setelah Iran disebut menutup akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang dianggap berasal dari negara musuh maupun sekutunya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, yang menjadi rute utama pengiriman minyak global dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas strategis Iran, termasuk kawasan Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama negara tersebut.
Pulau Kharg selama ini dikenal sebagai nadi perekonomian Iran karena sekitar 90 persen ekspor minyak negara itu dikirim melalui terminal tersebut.
Trump mengklaim pasukan Militer Amerika Serikat telah menghancurkan seluruh target militer Iran dalam operasi yang dilakukan.
Namun konflik terus meluas dengan berbagai serangan balasan yang terjadi di sejumlah negara kawasan.
Sebuah drone dilaporkan menghantam sistem radar di Bandara Internasional Kuwait, sementara fasilitas penyimpanan minyak besar di Uni Emirat Arab juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.
Serangan lain juga dilaporkan terjadi di Irak, termasuk serangan rudal terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, salah satu kompleks diplomatik terbesar milik AS di dunia.
Di saat yang sama, ketegangan juga meningkat di Qatar, di mana pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah wilayah Doha yang berada dekat dengan fasilitas militer Amerika.
Di Iran sendiri, suasana duka menyelimuti ibu kota Teheran setelah digelar pemakaman tokoh senior yang tewas dalam serangan dua pekan lalu.
Sementara itu, Benjamin Netanyahu bersama pemerintahan Donald Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan strategis tercapai.
Konflik yang telah berlangsung selama dua pekan ini kini melibatkan semakin banyak negara dan berdampak pada ekonomi global, termasuk melonjaknya harga minyak dunia tanpa tanda-tanda akan mereda.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas. (Sumber : BBC )








