Uncategorized

Perang dengan Iran Tekan Ekonomi Israel, Biaya Tembus Rp45T/Minggu

×

Perang dengan Iran Tekan Ekonomi Israel, Biaya Tembus Rp45T/Minggu

Sebarkan artikel ini
Dampak Serangan Iran ke Israel
Dampak Serangan Iran ke Israel

TEL AVIV — Memasuki pekan ketiga, perang antara Israel dan Iran mulai menimbulkan tekanan serius terhadap perekonomian Israel.

Menurut laporan TRT World, Kamis (19/3/2026), pemerintah Israel dilaporkan menambah anggaran nasional sebesar 13 miliar dolar AS serta menggelontorkan ratusan juta dolar untuk belanja darurat pertahanan.

Namun, Bank of Israel mengingatkan bahwa tingkat pengeluaran tersebut tidak akan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

Pakar Ekonomi Alex Coman, memperkirakan biaya perang kini menembus lebih dari 3 miliar dolar AS per pekan. Angka ini sebagian besar tersedot untuk sistem pertahanan udara seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow 3 yang terus digunakan untuk menghadang serangan rudal Iran dan roket dari Hezbollah.

“Di sisi lain, aktivitas ekonomi melambat tajam. Ribuan tentara cadangan ditarik dari dunia kerja, sementara pembatasan keamanan membuat banyak bisnis tutup lebih awal atau bahkan berhenti beroperasi,” lanjutnya.

Pelaku usaha kecil menjadi pihak paling terdampak. Banyak di antara mereka kehilangan hingga 90 persen pendapatan akibat sepinya pelanggan di tengah ancaman serangan udara yang terus berlangsung.

Sektor-sektor utama seperti konstruksi, teknologi, dan pariwisata juga mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini terlihat jelas di kawasan komersial Tel Aviv yang biasanya ramai, namun kini tampak lengang dengan banyak toko tutup.
“Jika kondisi ini terus berlanjut, banyak usaha tidak akan mampu bertahan lebih dari satu bulan,” ujar seorang pelaku usaha di Tel Aviv.

Selain tekanan ekonomi langsung, sejumlah pakar juga mengkritik alokasi anggaran pemerintah yang dinilai tidak sepenuhnya efisien dan sarat kepentingan politik.

Meski demikian, pemerintah Israel menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada operasi militer. Namun para ekonom mengingatkan, semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula beban yang harus ditanggung ekonomi nasional yang mulai rapuh.