JAKARTA — Kepastian terbaru disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait gempa kuat yang mengguncang wilayah Bitung. Setelah dilakukan evaluasi lanjutan, gempa magnitudo 7,6 tersebut dipastikan tidak memicu tsunami.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa terjadi. Namun, hasil pemantauan beberapa jam kemudian menunjukkan tidak adanya anomali muka air laut yang mengindikasikan potensi gelombang tsunami.
Juru bicara BMKG, Tony Agus Widjaya menegaskan bahwa kondisi perairan terpantau aman dan tidak ditemukan gelombang berbahaya.
“Kami pastikan tidak ada gelombang tsunami. Pantauan menunjukkan kondisi laut normal,” ujar Tony dalam rilis videonya, Kamis (2/04/2026).
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara, untuk tetap waspada dan tidak panik.
Warga diminta mengurangi aktivitas di sekitar pantai untuk sementara waktu hingga situasi benar-benar dinyatakan aman sepenuhnya oleh otoritas.
BMKG juga memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi, meski potensi tsunami telah dinyatakan nihil.
“Kami terus memantau. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi,” tegas Tony.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh informasi simpang siur serta tetap mengedepankan sumber resmi dalam menyikapi situasi kebencanaan.








