JAKARTA — Dampak gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Bitung masih terus didata oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga saat ini proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung di lapangan.
“Tim masih melakukan asesmen cepat. Data korban dan kerusakan masih bersifat sementara dan terus diperbarui,” ujarnya dalam keterangan awal.
Gempa yang berpusat di laut tenggara Bitung itu dirasakan kuat di sejumlah wilayah, termasuk Manado, dan menyebabkan kepanikan warga serta kerusakan bangunan.
BNPB mencatat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, mulai dari bangunan publik hingga fasilitas umum. Laporan awal juga menyebutkan adanya warga yang terdampak dan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Meski sempat muncul peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hasil evaluasi terbaru memastikan tidak terjadi tsunami.
Abdul Muhari menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan warga serta percepatan penanganan darurat.
“Prioritas kami adalah evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan memastikan masyarakat dalam kondisi aman,” tegasnya.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan.
Hingga kini, tim gabungan masih disiagakan untuk melakukan penanganan darurat sekaligus mempercepat proses pendataan guna memastikan langkah penanganan selanjutnya dapat dilakukan secara tepat dan terukur.








