SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial masyarakat saat meresmikan Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Sagaranten, Kamis (9/4/2026).
Dalam momentum tersebut, Asep Japar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Sekber sebagai ruang kolaborasi yang produktif, bukan sekadar bangunan fisik.
“Ini bukan hanya gedung, tetapi rumah besar bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, bertukar gagasan, dan membangun sinergi demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia menekankan, keberadaan Sekber Sagaranten harus dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan sosial, keagamaan, serta berbagai program yang berdampak langsung pada kemaslahatan umat.
Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, ruang-ruang kolaboratif seperti Sekber menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.
“Kerukunan harus terus dijaga. Dari sinilah kekuatan masyarakat terbentuk untuk mendorong Sukabumi yang lebih maju dan mubarakah,” tegasnya.
Lebih jauh, Asep Japar mendorong model Sekber Sagaranten dapat direplikasi di kecamatan lain sebagai bagian dari strategi memperkuat jejaring sosial dan kelembagaan masyarakat.
Peresmian ini juga dirangkaikan dengan peringatan milad syahriahan ke-18 yang selama ini menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat. Bupati menilai kegiatan tersebut sebagai fondasi spiritual yang harus terus dijaga konsistensinya.
Sementara itu, Camat Sagaranten, R. Aksan Bratadiredja, menyebut pembangunan Sekber merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai sejak 2021 melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah kecamatan.
“Ini tonggak sejarah bagi Sagaranten. Sekber hadir sebagai pusat koordinasi lintas organisasi dan lembaga keagamaan,” jelasnya.
Ia berharap gedung tersebut mampu menjadi simpul integrasi sosial yang memperkuat komunikasi, mempercepat koordinasi, dan menjaga harmoni antarwarga.
Dengan diresmikannya Sekber Sagaranten, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengirim pesan kuat bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan spiritual sebagai fondasi utama keberlanjutan daerah.








