Politik dan Pemerintahan

Pemkot Yogyakarta Pelajari Big Data dan SPBE Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik

×

Pemkot Yogyakarta Pelajari Big Data dan SPBE Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
Wabupa Sumedang
Wabup Sumedang Menerima Rombongan Pemkot Yogyakarta

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Yogyakarta di Command Center Sumedang, Jumat (5/12/2025). Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengembangan big data dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah lebih dulu sukses diterapkan Kabupaten Sumedang.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan. Ia menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta ingin menggali pengalaman Sumedang dalam pemanfaatan big data, data geospasial, dan geoportal untuk mendukung pembangunan yang lebih akurat dan efektif.

“Kami ingin belajar dari Sumedang mengenai pemanfaatan big data, data geospasial, dan geoportal untuk perencanaan pembangunan yang akurat, pengambilan kebijakan berbasis wilayah, serta pemetaan data kependudukan, terutama terkait stunting dan kelompok masyarakat rentan,” ujar Wawan.

Ia berharap kunjungan ini menjadi ruang berbagi praktik baik yang bisa direplikasi di Yogyakarta. “Ilmu yang kami dapatkan akan kami bawa pulang untuk direplikasi di Yogyakarta. Semoga pertemuan ini dapat meningkatkan layanan publik yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen Sumedang untuk membuka ruang kolaborasi antardaerah.

“Kami dengan senang hati akan berbagi informasi yang diperlukan, sekaligus terbuka menerima masukan dari jajaran Pemkot Yogyakarta untuk menjadi bahan evaluasi dan pengembangan,” kata Fajar.

Dalam kesempatan itu, Fajar juga memaparkan perkembangan SPBE Sumedang, termasuk aplikasi SIMPATI yang menjadi katalis pencegahan stunting.

“Aplikasi SIMPATI menjadi salah satu katalis pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang. Saat ini platform tersebut telah diadopsi menjadi kebijakan nasional dan diimplementasikan di lebih dari 50 kabupaten/kota percontohan,” pungkasnya.