Politik dan Pemerintahan

Sekda Tuti Sentil ASN Sumedang, Jangan Hanya Administratif

13
×

Sekda Tuti Sentil ASN Sumedang, Jangan Hanya Administratif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ASN Pemkab Sumedang
Ilustrasi: ASN PPPK

SUMEDANG — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, melontarkan kritik keras terhadap pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai masih terjebak rutinitas administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Lapangan PPS Sumedang, Senin (27/4/2026), menjadi panggung bagi Tuti untuk “menyentil” kinerja birokrasi. Ia menegaskan, pola kerja business as usual harus segera ditinggalkan.

“ASN jangan hanya sibuk dengan administrasi. Program harus berdampak langsung dan terukur bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Tuti, ukuran keberhasilan pemerintah tidak lagi sekadar penyerapan anggaran. Lebih dari itu, hasil nyata atau outcome harus menjadi tolok ukur utama.

Ia menilai, masih banyak perangkat daerah yang belum mampu menghadirkan efek berganda dari setiap program yang dijalankan. Padahal, APBD hanya bersifat stimulus, bukan tujuan akhir.

“Dengan anggaran terbatas, kita harus menciptakan dampak besar. Kuncinya inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Tuti juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir ASN agar lebih adaptif dan solutif. Birokrasi, kata dia, harus hadir sebagai pemecah masalah, bukan sekadar pelaksana rutinitas.

Selain itu, otonomi daerah memberi ruang bagi pemerintah untuk mandiri. Namun, hal tersebut menuntut kemampuan ASN dalam menyusun prioritas program secara efektif dan efisien.

Ia mengingatkan, pelayanan publik tetap menjadi orientasi utama. Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) harus menjadi indikator kinerja yang tidak bisa ditawar.

“Jangan hanya menjalankan tupoksi secara normatif. ASN harus jadi problem solver bagi masyarakat,” tandasnya.

Di akhir arahannya, Tuti berharap ASN Sumedang memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, dan terus berinovasi. Tujuannya jelas, menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan berdampak nyata.