Beijing — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Presiden China Xi Jinping siap membantu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut Xi Jinping ingin jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka demi menjaga stabilitas perdagangan dan energi global.
“Presiden Xi mengatakan dia ingin membantu dan ingin melihat Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Trump.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap dampak perang Amerika Serikat dengan Iran yang memicu gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Hingga kini, aktivitas pelayaran di jalur energi utama dunia tersebut dilaporkan masih tersendat. Kondisi itu ikut mendorong kenaikan harga minyak dan gas di pasar internasional.
Di sisi lain, pemerintahan Trump mulai menghadapi tekanan domestik akibat lonjakan harga energi yang dirasakan masyarakat Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui masyarakat Amerika mulai terbebani akibat naiknya harga bahan bakar di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Namun Rubio membantah pemerintah gagal mengendalikan situasi. Ia menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran menggunakan tekanan ekonomi sebagai alat tawar politik terhadap AS.
“Kami tidak akan membiarkan Iran memakai tekanan domestik Amerika untuk memaksa terciptanya kesepakatan buruk,” ujar Rubio.
Menurut Rubio, pemerintah AS telah mengambil berbagai langkah untuk menekan dampak kenaikan harga energi agar tidak semakin membebani masyarakat.
Meski demikian, perang yang awalnya diperkirakan berlangsung singkat kini mulai memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi global, terutama jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. (Sumber : NBC News)








