Daerah

MUI Karawang Serukan Doa, Empati, dan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

×

MUI Karawang Serukan Doa, Empati, dan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebarkan artikel ini
‎Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Nurr
‎Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Nurr

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang mengeluarkan seruan kepedulian kepada seluruh umat Islam untuk mendoakan serta membantu para korban musibah yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
‎
‎Ketua MUI Karawang, KH Tajudin Nurr, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi sejak sepekan terakhir merupakan teguran dari Allah SWT sekaligus pengingat pentingnya solidaritas kemanusiaan di tengah ujian yang menimpa bangsa.
‎
‎“Kita mendapat teguran dari Allah SWT berupa musibah yang terjadi di beberapa tempat. Karena berskala nasional, ini menjadi kewajiban kita sebagai sesama umat manusia dan umat beragama untuk saling peduli,” ujar KH Tajudin, Jumat(5/12).
‎
‎Berdasarkan data sementara yang diterima MUI, sekitar 8.000 warga terdampak akibat bencana tersebut.Mereka kehilangan tempat tinggal, harus mengungsi, bahkan sebagian dilaporkan kehilangan anggota keluarga. Kondisi ini membutuhkan kepedulian dan uluran tangan dari seluruh masyarakat.
‎
‎Sebagai bentuk respons, MUI Karawang mengeluarkan tujuh tawjih kepada seluruh MUI kecamatan. Di antaranya melaksanakan salat ghaib bagi para korban, membaca doa Qunut Nazilah di setiap salat berjamaah, menumbuhkan empati melalui bantuan tenaga, harta, dan dukungan lainnya, serta mengajak umat mengambil hikmah dan melakukan taubat nasuha.
‎
‎Selain itu, para dai, khatib, penceramah, dan guru ngaji diminta aktif menyebarkan pesan dakwah yang menenangkan dan menguatkan umat melalui mimbar Jumat maupun media sosial.
‎
‎MUI juga mengarahkan penyaluran bantuan dilakukan melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS atau organisasi keagamaan, agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara tepat dan efektif.
‎
‎“Mereka yang sedang diuji di Sumut, Sumbar, dan Aceh adalah saudara-saudara kita. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa umat itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, bagian lain ikut merasakan,” kata KH Tajudin.
‎
‎Dalam imbauannya, MUI Karawang mengajak umat untuk memperbanyak doa, termasuk doa yang biasa dibaca dalam khutbah Jumat: “Allahumma defa‘ anna al-ghala’a wal-waba’a wal-fahsha’a was-sada’ida wal-mihan”.
‎
‎Selain doa, masyarakat juga didorong untuk memberikan bantuan nyata berupa pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, mukena, sarung, serta kebutuhan mendesak lainnya.
‎
‎“Daripada mengimpor baju bekas dari luar negeri, lebih baik kita berbagi pakaian layak pakai untuk saudara-saudara kita. Mereka saat ini membutuhkan mukena, sarung, pakaian, dan perlengkapan ibadah,” tuturnya.
‎
‎KH Tajudin berharap gerakan doa dan kepedulian ini dapat menjadi bentuk nyata solidaritas umat serta membantu meringankan beban para korban bencana.
‎
‎“Semoga dengan saling peduli kita bisa menguatkan dan meringankan saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” pungkasnya. (Mae)