Daerah

Bupati Bandung Siapkan Relokasi Warga Bantaran Sungai Terdampak Banjir

76
×

Bupati Bandung Siapkan Relokasi Warga Bantaran Sungai Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung
Rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bandung

Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai akan segera dilakukan, menyusul instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam rapat koordinasi penanganan banjir Bandung Raya di IPDN Jatinangor, Selasa (9/12/2025). Langkah ini ditempuh sebagai upaya menyeluruh mengurangi risiko banjir yang terus berulang di wilayah Bandung Selatan.

Dalam rakor tersebut, Kang DS melaporkan progres penanganan banjir berbasis pentahelix di Kecamatan Majalaya, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Selain itu, ia juga mendapat amanah khusus dari Gubernur KDM untuk memindahkan permukiman warga yang berdiri di kawasan bantaran sungai yang rentan terdampak banjir.

Usai rakor, Kang DS langsung turun ke Kecamatan Dayeuhkolot untuk membahas rencana relokasi bersama perangkat desa, RW, dan pihak terkait. Berdasarkan peninjauan di lapangan dan data desa, masih banyak rumah warga yang berada tepat di bantaran sungai, terutama di RW 8, 9, dan 10 Desa Citeureup—wilayah yang hampir setiap tahun dilanda banjir.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, warga yang tinggal di bantaran sungai akan direlokasi. Untuk sementara mereka akan diberikan rumah kontrakan terlebih dahulu,” ujar Kang DS.

Ia pun meminta perangkat RW dan desa segera melakukan pendataan rumah warga yang akan direlokasi. “Agar rencana relokasi bisa segera direalisasikan oleh Pak Gubernur,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memutuskan merelokasi 372 kepala keluarga korban banjir di Bojongsoang. Setiap keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Cikapundung akan menerima bantuan Rp10 juta untuk biaya sewa kontrakan sementara di lokasi yang lebih aman.

Saat meninjau langsung banjir di Bojongsoang pada Senin (8/12/2025), KDM berdialog dengan warga yang rumahnya terendam sejak 4 Desember. “Saya kasih solusi, saya kasih Rp10 juta per KK, mereka ngontrak dulu di tempat aman,” kata KDM.

Langkah relokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah yang dapat mengurangi dampak banjir dan meningkatkan keselamatan warga di wilayah rentan.