Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menegaskan pentingnya peran strategis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai kawah candradimuka kepemimpinan pelajar yang berdampak langsung bagi persoalan sosial di daerah.
Penegasan itu disampaikan Nurrodhin saat menghadiri Pengukuhan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Garut Periode 2025–2027 di Gedung Pemuda, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (17/1/2026).
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Membumikan Era Baru IPM dengan Menumbuhkan Kepemimpinan Berdampak yang Inklusif, Inovatif, dan Kolaboratif.”
Mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Garut, Nurrodhin menyampaikan apresiasi kepada pengurus PD IPM periode 2023–2025 atas dedikasi dan kontribusinya. Ia juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru yang akan mengemban amanah hingga 2027.
“Kepemimpinan itu amanah, dan jaminannya surga. Berjuang di organisasi adalah amanah yang menuntut keikhlasan. IPM harus dijalankan sesuai AD/ART, tanpa pamrih, dan dengan semangat pengabdian,” ujar Nurrodhin.
Dalam kesempatan tersebut, Nurrodhin juga menyampaikan catatan kritis terkait persoalan pendidikan di Kabupaten Garut. Ia mengungkapkan adanya penurunan signifikan angka keberlanjutan sekolah dari jenjang SD ke SMP.
“Partisipasi pendidikan SD kita sudah 99 persen, tapi turun menjadi 87 persen di SMP. Artinya ada sekitar 13 persen anak yang tidak melanjutkan sekolah. Ini persoalan serius,” tegasnya.
Ia pun menantang PD IPM Garut untuk terlibat aktif menyisir persoalan tersebut melalui jaringan cabang dan ranting di wilayah masing-masing.
“Saya minta IPM ikut turun tangan. Cari anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah. Ayo kita tuntaskan persoalan pendidikan ini bersama-sama,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Agus Rahmat Nugraha, mengingatkan agar IPM tidak terjebak pada rutinitas program formal semata. Menurutnya, tantangan utama pelajar hari ini adalah pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Menyelesaikan persoalan alam dan sosial harus dimulai dengan menyelesaikan manusianya. Menata hati, memperbaiki perilaku, dan mengembalikannya pada nilai yang seharusnya,” ujar Agus.
Ia menegaskan, pelajar Muhammadiyah harus memiliki tanggung jawab sosial yang kuat terhadap realitas kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Umum PD IPM Garut periode 2025–2027, Ahmad Fazri, menegaskan komitmennya membawa IPM Garut lebih progresif dan relevan. Ia menyebut tiga isu utama yang akan menjadi fokus gerakan IPM ke depan, yakni pendidikan, lingkungan hidup, dan inklusivitas hak asasi manusia (HAM).
“Tiga isu ini akan kami gaungkan. Kami ingin IPM Garut hadir, bersinergi, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Fazri.
Sebagai penutup, Fazri mempersembahkan momentum pengukuhan tersebut untuk masyarakat miskin, pejuang kesehatan, serta anak-anak di pelosok Garut yang masih harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan pendidikan.
“IPM harus berpihak pada mereka yang paling membutuhkan,” pungkasnya.







