Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai garda terdepan penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus pengawal Islam moderat (wasathiyah).
Penegasan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang digelar di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jumat (23/1/2026).
Staf Ahli Bupati Garut, Maskut Farid, yang hadir mewakili pemerintah daerah, mengatakan tema Harlah NU tahun ini, “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat, untuk Garut Hebat Maslahat”, selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
“Pemerintah daerah menyadari NU tidak hanya berperan di bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan persatuan masyarakat,” ujar Maskut.
Ia juga menekankan peran NU sebagai benteng moral bangsa di tengah tantangan era digital, terutama dalam menangkal isu provokatif dan hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
“NU diharapkan tetap konsisten menjadi penjaga moral generasi muda, memupuk persatuan, serta menghindari isu-isu provokatif dan informasi menyesatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, KH Atjeng Abdul Wahid, menekankan pentingnya sikap inklusif dalam berorganisasi. Ia meminta seluruh struktur NU, mulai dari ranting, anak ranting, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC), untuk tidak membuat sekat dengan masyarakat di luar NU.
“Nahdlatul Ulama harus bisa bersama siapa pun. Yang di depan, di belakang, di kanan, di kiri, semuanya saudara kita,” ujar KH Atjeng.
Menurutnya, perbedaan justru harus dijadikan modal untuk fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Terkait rangkaian peringatan Harlah NU di Kabupaten Garut, KH Atjeng menjelaskan bahwa kegiatan di Pasirwangi menjadi pembuka sebelum agenda lanjutan yang akan digelar pada 26 Januari 2026 di SOR, sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja tingkat MWC.
Selain itu, PCNU Garut juga menginstruksikan sekitar 2.800 kader NU yang telah lulus pendidikan dasar untuk mengikuti Apel Kader pada 29 Januari 2026 di Masjid Al Jabbar Mekarmukti. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri perwakilan Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Wilayah (PW) NU.








