Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI membantah keras laporan media internasional yang menyebut Indonesia akan mengirim TNI ke Gaza untuk melucuti senjata Hamas. Pemerintah menegaskan rencana keterlibatan Indonesia semata-mata dalam kerangka stabilisasi dan kemanusiaan.
Kepala Informasi Setjen Kemhan Brigjen TNI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan kehadiran Indonesia tidak dimaksudkan untuk operasi tempur ataupun menghadapi pihak yang bertikai di wilayah konflik tersebut.
“Kehadiran Indonesia bertujuan mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi pihak mana pun,” ujar Rico dalam keterangannya.
Isu tersebut mencuat setelah sejumlah media asing melaporkan Indonesia mendapat mandat dari Board of Peace untuk membentuk Internal Security Forces (ISF) di Gaza. Pasukan itu disebut akan bertugas mengamankan perbatasan serta memastikan demiliterisasi wilayah, termasuk pelucutan senjata Hamas.
Kemhan menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan posisi resmi pemerintah Indonesia. Menurut Rico, hingga saat ini belum ada keputusan operasional terkait pengerahan pasukan ke Gaza.
Ia menegaskan seluruh detail masih menunggu kejelasan mandat internasional, aturan pelibatan, serta keputusan politik pemerintah.
“Hal-hal yang bersifat operasional, termasuk unsur yang akan dikerahkan, masih menunggu mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah,” jelas jenderal bintang satu itu.
Sebelumnya, laporan media internasional menyebut Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang menangani aspek keamanan perdamaian di Gaza. Bahkan disebut pengerahan pasukan dapat dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Dewan Perdamaian di Washington DC.
Namun pemerintah menegaskan pendekatan Indonesia tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif: berkontribusi pada perdamaian dunia tanpa masuk dalam konflik bersenjata di Gaza.
Dengan demikian, rencana keterlibatan TNI—jika nantinya terealisasi—akan berada dalam koridor misi kemanusiaan, bukan operasi militer ofensif maupun pelucutan kelompok bersenjata.








