WASHINGTON – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar perang urat saraf diplomatik, Washington kini memperlihatkan unjuk kekuatan militer secara terbuka di Eropa dan Timur Tengah.
Laporan The Washington Post menyebutkan lebih dari 150 pesawat tempur Amerika Serikat telah disiagakan di sejumlah titik strategis. Citra satelit pada 20 Februari 2026 memperlihatkan lebih dari 60 pesawat, termasuk selusin F-35, bersiaga di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
Penempatan kekuatan udara ini dinilai sebagai pesan keras kepada Teheran bahwa opsi militer bukan sekadar retorika. Data penerbangan menunjukkan Washington juga menggeser lebih dari sepertiga armada pesawat pengintai E-3G Sentry ke kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Di Pulau Kreta, Yunani, pesawat tanker serta jet tempur F-35 terlihat mendarat di Bandara Chania sejak pertengahan Februari. Sementara di Inggris, belasan F-22A Raptor ditempatkan di Pangkalan Udara Lakenheath. Bahkan satu unit F-16 dilaporkan singgah di Azores, Portugal — mempertegas pola penyebaran yang membentuk lingkaran tekanan terhadap Iran.
Tak hanya dari darat dan udara, kekuatan laut AS juga diperkuat. Kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford dilaporkan membawa sistem anti-rudal dan misil Tomahawk dalam kesiagaan tinggi.
Menurut The New York Times, Presiden AS Donald Trump bahkan tengah mempertimbangkan serangan berskala besar jika jalur negosiasi atau opsi serangan terbatas tak membuahkan hasil.
Di sisi lain, Iran tak tinggal diam. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaili Baghaei, menegaskan bahwa bentuk apa pun dari “serangan terbatas” akan dianggap sebagai agresi.
Dengan lebih dari separuh pesawat tempur AS kini ditempatkan di pangkalan Eropa yang berada di luar jangkauan sebagian besar rudal Iran, kalkulasi militer Washington terlihat semakin matang.
Pola pengerahan ini menunjukkan bahwa konflik bukan lagi sekadar wacana. Dunia kini menunggu: apakah diplomasi masih punya ruang, atau Timur Tengah kembali menjadi panggung konfrontasi bersenjata skala besar.








