Internasional

Konsulat AS di Karachi Diserang Massa, 8 Tewas dalam Aksi Pro-Iran

×

Konsulat AS di Karachi Diserang Massa, 8 Tewas dalam Aksi Pro-Iran

Sebarkan artikel ini
Konsulat AS di Karachi Pakistan di Bakar Demonstran
Konsulat AS di Karachi Pakistan di Bakar Demonstran

KARACHI – Kerusuhan pecah di depan Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan, menyusul laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Insiden terjadi pada Minggu (1/3/2020). Ribuan demonstran pro-Iran berkumpul di sekitar kompleks diplomatik tersebut. Sejumlah pemuda dilaporkan memanjat gerbang utama konsulat, memasuki halaman gedung, dan merusak fasilitas, termasuk menghancurkan beberapa jendela bangunan utama.

Aparat keamanan Pakistan merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya demonstran perlahan mundur dari lokasi.

Menurut laporan otoritas setempat, sedikitnya delapan orang tewas dalam aksi tersebut. Selain itu, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pemuda merusak bagian depan gedung konsulat, sementara bendera Amerika Serikat tetap terlihat berkibar di atas kompleks tersebut.

Gelombang demonstrasi tidak hanya terjadi di Karachi. Ribuan warga juga turun ke jalan di kota Lahore di wilayah timur Pakistan dan di Skardu di wilayah utara. Aparat keamanan memperketat penjagaan di kawasan diplomatik Islamabad, yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat, guna mengantisipasi potensi aksi lanjutan.

Sebelumnya, beredar laporan bahwa Ali Khamenei tewas dalam serangan militer yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat. Disebutkan bahwa ia berada di kediamannya di pusat kota Teheran saat serangan terjadi. Laporan tersebut juga menyebutkan adanya korban dari anggota keluarganya.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi yang dapat diverifikasi secara independen terkait kabar tersebut. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pun semakin meningkat, memicu reaksi dan aksi solidaritas di sejumlah negara. (Sumber: Youtube BeritaSatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *