KABUL – Konflik antara Afghanistan dan Pakistan kembali memanas setelah serangan udara yang diklaim dilakukan militer Pakistan menewaskan ratusan warga sipil di ibu kota Kabul.
Pemerintah Afghanistan menyatakan sedikitnya 400 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam eskalasi konflik kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, pihak Pakistan membantah menargetkan fasilitas sipil. Militer Pakistan mengklaim serangan tersebut diarahkan ke instalasi militer, termasuk depot amunisi dan fasilitas pendukung teknis di Kabul serta beberapa titik di Provinsi Nangarhar.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan sejak gencatan senjata rapuh antara kedua negara runtuh pada Februari lalu. Sejak saat itu, baku tembak lintas perbatasan kerap terjadi dan telah menelan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Pemerintah Pakistan menuduh rezim Taliban di Afghanistan melindungi kelompok bersenjata yang melakukan serangan ke wilayahnya. Sebaliknya, otoritas Afghanistan menuding serangan udara Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan dan penyebab jatuhnya korban sipil.
Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Dewan Keamanan PBB memperpanjang mandat misi politiknya di Afghanistan dan mendesak pemerintah setempat untuk segera mengambil langkah konkret menekan kekerasan.
Reaksi internasional pun bermunculan. Sejumlah lembaga hak asasi manusia mengecam keras serangan tersebut dan mendesak dilakukannya investigasi independen untuk memastikan fakta di lapangan.
Sementara itu, World Food Programme menyatakan tengah menyalurkan bantuan darurat kepada sekitar 20 ribu warga yang mengungsi akibat meningkatnya kekerasan.
Di dalam negeri Pakistan, pemerintah masih membantah bahwa serangan menyasar fasilitas sipil. Namun kekhawatiran meningkat terkait potensi serangan balasan dari kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan, yang disebut-sebut akan melakukan aksi balas dendam.
Dengan situasi yang terus memburuk dan perhatian dunia yang terpecah oleh berbagai krisis global, peluang penyelesaian konflik Afghanistan-Pakistan dalam waktu dekat dinilai masih jauh dari harapan.








