DaerahUncategorized

Safari Ramadhan di Ciparay, Kapolri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

16
×

Safari Ramadhan di Ciparay, Kapolri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Sebarkan artikel ini
Bupati bandung
Bupati Bandung, Dadang Supriatna menghadiri agenda Safari Ramadhan bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

BANDUNG – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Hal itu terlihat dalam agenda Safari Ramadhan yang dihadiri Dadang Supriatna, Listyo Sigit Prabowo, dan Dedi Mulyadi di Kampung Cangri RT 02/22 Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3).

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pimpinan daerah dan aparat keamanan duduk bersama masyarakat, mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan warga.

Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Safari Ramadhan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan,” ujar Kang DS.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan capaian program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Bandung. Dari total 160 unit rumah yang direnovasi di Jawa Barat, sebanyak 25 unit berada di Kabupaten Bandung.

Program tersebut dilaksanakan oleh jajaran Polresta Bandung melalui kolaborasi dan gotong royong bersama masyarakat. Bahkan, Polresta Bandung menjadi wilayah dengan capaian renovasi terbanyak dalam program tersebut.

“Program Rutilahu adalah bukti nyata negara hadir. Ketika rumah menjadi layak, kualitas hidup masyarakat meningkat. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang martabat dan masa depan keluarga,” tambahnya.

Tak hanya sektor perumahan, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui program Ojek Kamtibmas yang menyasar komunitas pengemudi ojek online.

Hingga saat ini telah terbangun 32 unit Warung Ojol dan 26 unit Bengkel Ojol sebagai sarana pendukung ekonomi bagi para pengemudi.

“Kami ingin masyarakat kecil, termasuk pengemudi ojol, mendapatkan dukungan nyata agar mandiri secara ekonomi sekaligus tetap berperan menjaga keamanan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat.

Ia menilai, persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat ini adalah menurunnya kesadaran publik terhadap lingkungan sekitar.

“Semua ingin aman, tetapi tidak semua mau ronda. Semua ingin lingkungan bersih, tetapi masih membuang sampah sembarangan. Semua ingin tertib, tetapi enggan menaati aturan,” ujarnya.