Hukrim

Ulama Dorong Sinergi Wujudkan Tasikmalaya “Zero Miras” Saat Takbiran

32
×

Ulama Dorong Sinergi Wujudkan Tasikmalaya “Zero Miras” Saat Takbiran

Sebarkan artikel ini
KH Muhammad Yanyan
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Jarnauziah, KH Muhammad Yanyan Al-Bayani

TASIKMALAYA — Langkah tegas aparat kepolisian memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) menjelang malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mendapat apresiasi luas dari kalangan ulama di Tasikmalaya. Tindakan ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen menjaga moralitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Jarnauziah, KH Muhammad Yanyan Al-Bayani, menyampaikan dukungan atas langkah konkret yang dilakukan jajaran kepolisian dalam menekan peredaran miras.

“Sebagai ulama, kami menyambut baik upaya pemusnahan miras yang dilakukan jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Ini merupakan langkah nyata dalam menjaga moralitas dan ketertiban masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, potensi peredaran miras masih tetap ada dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan serta konsistensi dari aparat penegak hukum.

“Kami mendorong kepolisian bersama seluruh unsur terkait untuk terus meningkatkan kegiatan rutin secara berkesinambungan. Harapannya, cita-cita menjadikan Tasikmalaya sebagai wilayah ‘zero miras’ bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar terwujud di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Yanyan menekankan bahwa malam takbiran merupakan momen sakral yang seharusnya diisi dengan ibadah, lantunan takbir, dan doa sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa.

“Malam takbiran adalah momen untuk memperkuat keimanan. Namun, masih ada sebagian yang merayakannya dengan hal-hal yang mencederai kesucian tersebut,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memusatkan aktivitas di masjid serta menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengajak masyarakat untuk meramaikan masjid, mengagungkan kebesaran Allah, serta memperbanyak rasa syukur. Hindari keramaian yang tidak perlu di ruang publik karena dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

KH Yanyan juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia berharap aparat keamanan terus memperkuat koordinasi dengan unsur legislatif, eksekutif, serta para ulama dan tokoh masyarakat.

“Sinergitas semua pihak menjadi kunci. Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis Tasikmalaya dapat terbebas dari peredaran miras, terutama pada momen penting seperti Idul Fitri,” paparnya.

Sebelumnya, menjelang malam takbiran, jajaran kepolisian bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya memusnahkan lebih dari 5.000 botol miras hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Kegiatan tersebut digelar di Taman Kota Tasikmalaya pada Jumat sore (20/3/2026).

Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah menjelang momentum sakral Idul Fitri. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Ketua MUI KH Aminudin Bustomi, unsur Forkopimda, para ulama, serta tokoh masyarakat.