TASIKMALAYA — Kondisi hunian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tasikmalaya semakin memprihatinkan.
Dari kapasitas ideal yang hanya diperuntukkan bagi 88 orang, kini lapas tersebut dihuni oleh 462 warga binaan melonjak lebih dari lima kali lipat.
Lonjakan jumlah penghuni ini berdampak langsung pada kualitas tempat tinggal. Ruang yang semestinya ditempati satu orang, kini harus diisi hingga lima orang sekaligus.
Situasi ini menciptakan kondisi yang jauh dari standar kelayakan dan berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari kesehatan hingga keamanan.
Saat ini, Lapas Klas IIB Tasikmalaya memiliki 24 kamar hunian, termasuk satu blok khusus perempuan. Warga binaan yang ditampung berasal dari dua wilayah administratif, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Dari total penghuni, sekitar 280 orang di antaranya berasal dari wilayah kabupaten, yang turut menambah kompleksitas penanganan overkapasitas.
Sebagai langkah darurat, pihak lapas telah memindahkan sebagian narapidana ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) lapas terdekat.
Namun, upaya tersebut dinilai belum menjadi solusi jangka panjang, karena hanya memindahkan kepadatan tanpa mengurangi jumlah penghuni secara signifikan.
Pelaksana Harian Kalapas Klas IIB Tasikmalaya, Yadi Suryaman, menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah jauh dari kata layak. Ia bahkan memperingatkan potensi lonjakan jumlah penghuni jika tidak segera ditangani.
“Jika tidak dilakukan pemindahan, jumlahnya bisa menembus 1.000 orang. Itu sudah tidak manusiawi,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Aula Lapas, Senin (27/4/2026).
Di tengah tekanan tersebut, rencana pembangunan lapas baru masih terkendala keterbatasan lahan.
Pihak lapas pun berharap adanya sinergi dan dukungan konkret dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, untuk mencari solusi yang lebih komprehensif.
“Kami terus menjajaki berbagai peluang, terlebih dengan adanya wali kota baru. Mudah-mudahan ada opsi relokasi yang bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.








