Internasional

Rugi Bandar : Jet Tua Iran Tembus Pertahanan Mahal AS di Quwait

20
×

Rugi Bandar : Jet Tua Iran Tembus Pertahanan Mahal AS di Quwait

Sebarkan artikel ini
F 5 Tiger AU Iran
Ilustrasi : F 5 Tiger AU Iran

KUWAIT CITY  — Kemampuan militer Iran kembali jadi sorotan. Jet tempur uzur berusia puluhan tahun dilaporkan mampu menembus sistem pertahanan modern nan mahal Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Laporan NBC News pada Sabtu (25/4/2026) mengungkap, sebagian kerugian militer AS justru disebabkan oleh pesawat lawas milik Iran.

Beberapa di antaranya adalah Northrop F-5, Grumman F-14 Tomcat, dan Sukhoi Su-24 yang usianya telah mencapai puluhan tahun.

Dalam salah satu serangan, Iran disebut menggunakan F-5 untuk menghantam pangkalan Buehring di Kuwait, yang menjadi basis penting operasi militer AS.

Padahal, pangkalan tersebut dilindungi sistem pertahanan udara canggih seperti MIM-104 Patriot yang dirancang menangkal berbagai ancaman udara.

Namun di luar dugaan, jet tua itu mampu menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan.

F-5 sendiri merupakan pesawat buatan AS yang dikirim ke Iran pada era Mohammad Reza Pahlavi antara 1965 hingga 1976, dengan jumlah lebih dari 300 unit.

Setelah Revolusi Iran 1979, Iran terkena embargo total. Kondisi ini membuat pasokan suku cadang pesawat terhenti.

Untuk bertahan, Teheran menerapkan strategi “kanibal”, yakni mengambil komponen dari pesawat rusak untuk menjaga armada lain tetap beroperasi.

Selain F-5, Iran juga mengoperasikan F-14 Tomcat yang diperoleh sebelum revolusi, dengan jumlah hampir 80 unit.

Dalam operasi militer yang disebut Epic Fury, pihak AS mengklaim telah menghancurkan sisa F-14 Iran yang masih aktif.

Sementara itu, Iran juga mengerahkan Su-24 dalam misi serangan ke sejumlah target, termasuk pangkalan Al Udeid di Qatar.

Dalam operasi tersebut, pilot Iran dilaporkan terbang sangat rendah, sekitar 25 meter di atas permukaan, guna menghindari deteksi radar.

Strategi ini menunjukkan bahwa meski mengandalkan alutsista tua, Iran masih mampu mengoptimalkan taktik tempur untuk menghadapi teknologi militer modern milik Amerika Serikat

Indonesia juga pernah memiliki 16 unit (12 F-5E dan 4 F-5F) yang ditempatkan di Skadron Udara 14, Lanud Iswahyudi, Madiun. Namun, pesawat ini sudah dipensiunkan secara resmi pada tahun 2016. Dalam keadaaan darurat mungkin saja jet-jet uzur itu bisa tetaap berguna jika dilakukan  reverse enginereeng seperti di Iran.