Internasional

Menteri Perang AS Didesak Mundur Oleh Anggota Kongres, Begini Ceritanya

9
×

Menteri Perang AS Didesak Mundur Oleh Anggota Kongres, Begini Ceritanya

Sebarkan artikel ini
Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth didesak mundur oleh anggota Kongres Peter Ryan dalam sidang panas di Capitol Hill

WASHINGTON — Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth didesak mundur oleh anggota Kongres Peter Ryan dalam sidang panas di Capitol Hill.

Desakan itu muncul setelah serangan drone Iran di pangkalan militer Port Shweba, Kuwait, yang menewaskan enam tentara AS dan melukai lebih dari 30 lainnya.

Dalam sidang, Ryan menuding Hegseth memberikan informasi yang tidak sesuai fakta terkait kondisi pertahanan pasukan di lapangan.

Ia mengutip kesaksian prajurit yang selamat dari serangan tersebut.

“Mereka mengalami luka parah, serpihan di mana-mana. Tidak ada perlindungan memadai,” kata Ryan.

Tuduhan Lalai Lindungi Pasukan

Ryan juga menyoroti keputusan pengiriman pasukan ke lokasi yang disebut telah masuk dalam daftar target Iran.

Menurutnya, ada analisis internal yang menyebut pangkalan tersebut rentan terhadap serangan udara dan seharusnya tidak digunakan.

“Apakah benar Anda tetap mengirim pasukan ke sana?” tanya Ryan.

Hegseth tidak memberikan jawaban langsung, dan hanya menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah perlindungan maksimal.

Namun Ryan membantah keras.

“Mereka tidak mendapat perlindungan tambahan. Bahkan tidak ada sistem pertahanan drone,” tegasnya.

Pernyataan Pentagon Dipertanyakan

Kontroversi semakin memanas setelah Ryan menyinggung pernyataan Hegseth yang sebelumnya menyebut serangan tersebut hanya sebagai insiden kecil yang “lolos dari pertahanan”.

Kesaksian para prajurit justru menggambarkan kondisi berbeda.

“Satu drone lolos itu tidak benar. Kami tidak punya pertahanan,” ujar salah satu korban selamat, seperti dikutip dalam sidang.

Ryan pun menantang Hegseth secara terbuka.

“Apakah Anda mengatakan para prajurit itu berbohong?” katanya.

Debat Memanas di Kongres

Perdebatan berlangsung sengit. Hegseth bersikeras bahwa militer telah menyiapkan pertahanan terbaik sebelum konflik dimulai.

“Kami sudah memindahkan ribuan pasukan dan memperkuat pertahanan,” ujarnya.

Namun Ryan tetap tidak puas dan menilai jawaban tersebut tidak menjawab pokok persoalan.

“Berteriak tidak membuat Anda benar,” sindirnya.

Desakan Mundur Menguat

Di akhir sesi, Ryan secara tegas meminta Hegseth bertanggung jawab.

“Kami tidak akan belajar jika kesalahan ditutup-tutupi. Anda harus mundur,” tegasnya.

Sidang ini menambah tekanan terhadap pemerintahan Donald Trump, di tengah kritik atas kebijakan militer dan penanganan konflik dengan Iran.

Kongres diperkirakan akan terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan kelalaian dalam perlindungan pasukan di lapangan. (Sumber : Youtube MS NOW)