Internasional

Trump-Merz Memanas, AS Jerman Bersitegang Soal Perang Iran

×

Trump-Merz Memanas, AS Jerman Bersitegang Soal Perang Iran

Sebarkan artikel ini
Merz Trump
Kanselir Jerman Friedrich Merz berhadapan dengan Presiden AS Donald Trump

BERLIN — Hubungan Amerika Serikat dan Jerman kembali memanas. Kali ini dipicu pernyataan Kanselir Friedrich Merz soal perang dengan Iran.

Merz sebelumnya menilai Washington tidak memiliki strategi jelas dalam konflik tersebut. Ia bahkan menyebut Iran berhasil “mempermalukan” Amerika Serikat.

Pernyataan itu langsung dibalas keras oleh Presiden Donald Trump.

Lewat platform Truth Social, Trump menuding Merz tidak memahami situasi. Ia juga menolak keras anggapan bahwa Iran bisa memiliki senjata nuklir.

“Jika Iran punya senjata nuklir, dunia akan disandera,” tulis Trump.

Di tengah ketegangan itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul turun tangan.

Ia menegaskan pernyataan Merz bukan ditujukan ke Washington, melainkan peringatan untuk Teheran.

“Ini peringatan agar Iran tidak salah membaca situasi,” ujarnya saat berada di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.

Menurutnya, saat ini dunia berada dalam fase gencatan senjata yang rapuh.

Ia menilai Iran justru memanfaatkan waktu tanpa menunjukkan keseriusan dalam negosiasi.

Pemerintah Jerman juga menilai Teheran terlalu percaya diri dan berpotensi salah langkah dalam membaca posisi geopolitik.

Meski demikian, istilah “mempermalukan” yang digunakan Merz dinilai sensitif.

Apalagi ditujukan dalam konteks konflik yang melibatkan Washington.

Situasi ini memperlihatkan satu hal: sekutu Barat pun tidak selalu satu suara dalam menghadapi Iran.

Dan ketika perbedaan itu muncul ke publik, ketegangan bukan hanya terjadi di medan konflik, tapi juga di meja diplomasi.