Peristiwa

KDS Sebut Khitanan Massal Wujud Kepekaan Sosial

×

KDS Sebut Khitanan Massal Wujud Kepekaan Sosial

Sebarkan artikel ini
KDS
KDS Hadiri Tasyakuran Khitanan Massal Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah di Ponpes Al Hidayah Kampung Sutam RT 05/RW 04 Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay

BANDUNG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna menghadiri kegiatan Tasyakuran Khitanan Massal yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah di Kampung Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (28/5/2026).

Dalam kegiatan sosial tahunan tersebut, sebanyak 31 anak mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan keluarga besar Ponpes Al Hidayah.

Bupati yang akrab disapa KDS itu menilai kegiatan khitanan massal merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai Iduladha di tengah masyarakat.

“Khitanan massal ini adalah kegiatan sosial dan bentuk kepekaan sosial yang sangat mulia. Apalagi sudah rutin dilaksanakan selama puluhan tahun oleh Yayasan Ponpes Al Hidayah,” ujar KDS.

Ia berharap lembaga pendidikan di bawah Yayasan Ponpes Al Hidayah mampu terus melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berkontribusi bagi bangsa serta negara.

KDS juga mendoakan seluruh peserta khitanan diberikan kesehatan, menjadi anak saleh, berbakti kepada orang tua, dan kelak menjadi pemimpin masa depan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung, saya mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Al Hidayah atas kegiatan sosial ini. Semoga menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” katanya.

Pada kesempatan itu, KDS turut mengingatkan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Bandung melalui program Bedas Calakan.

Menurutnya, program tersebut disiapkan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di SMP negeri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

“Semua anak harus sekolah. Program Bedas Calakan hadir untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan,” ungkapnya.

KDS menyebut rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung saat ini mengalami peningkatan dari sebelumnya 8,9 tahun menjadi 9,4 tahun. Peningkatan itu salah satunya ditopang keberadaan sekolah swasta dan program PKBM yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan sekolah swasta dan yayasan pendidikan, program semua harus sekolah tidak akan terwujud,” pungkasnya.