Internasional

AS Pangkas Kekuatan Militer di NATO, Eropa Was-was

×

AS Pangkas Kekuatan Militer di NATO, Eropa Was-was

Sebarkan artikel ini
F-35 Amerika Serikat
AS Pangkas Kekuatan Angkatan Udara di NATO termasuk F-35

BRUSSELS – Amerika Serikat mulai merinci rencana pengurangan kontribusi militernya untuk NATO, langkah yang memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa terkait masa depan pertahanan kolektif aliansi di tengah meningkatnya ancaman keamanan dari Rusia.

Menurut sejumlah laporan media Eropa, Washington berencana memangkas sejumlah elemen penting dalam skema NATO Force Model, yakni pasukan dan aset yang disiapkan NATO untuk merespons krisis atau konflik. Pengurangan itu mencakup kapal induk, pesawat tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, drone pengintai, hingga armada laut.

Laporan menyebut Amerika Serikat akan menarik satu dari dua kelompok tempur kapal induk yang selama ini disiapkan untuk NATO. Selain itu, jumlah pesawat pembom strategis dipangkas hingga sekitar 50 persen, sementara kontribusi pesawat tempur juga dikurangi sekitar sepertiga.

Washington juga dikabarkan tidak lagi menyediakan kapal selam untuk kebutuhan NATO dalam skenario krisis serta mengurangi jumlah kapal perusak, pesawat patroli maritim, pesawat tanker, dan drone bersenjata. Kapasitas pengintaian udara yang selama ini banyak bergantung pada Amerika Serikat akan mulai dialihkan kepada negara-negara Eropa.

Panglima Tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich, menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong negara-negara Eropa dan Kanada mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam pertahanan kawasan.

“Terdapat ketergantungan yang tidak sehat terhadap kekuatan Amerika Serikat dalam NATO Force Model,” kata Grynkewich.

Pemerintahan Presiden Donald Trump selama ini berulang kali menuntut negara-negara anggota NATO meningkatkan belanja pertahanan dan mengurangi ketergantungan pada Washington.

Meski belum berarti Amerika Serikat keluar dari NATO, langkah tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Washington ingin mengalihkan sebagian fokus strategisnya ke kawasan Indo-Pasifik dan wilayah lain yang dinilai lebih prioritas bagi kepentingan nasional AS.

Sejumlah pejabat pertahanan Eropa mengingatkan bahwa pengurangan kapasitas militer AS dapat memaksa negara-negara NATO di Eropa mempercepat modernisasi angkatan bersenjata mereka guna menutup kekosongan kemampuan yang ditinggalkan Washington.