WASHINGTON – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali memanas setelah sebuah helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh saat menjalankan patroli di perairan strategis tersebut, Selasa (10/6).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding insiden itu merupakan serangan yang dilakukan Iran menggunakan drone bunuh diri Shahed. Trump menghadapi dilema. Ia memberi sinyal akan mengambil tindakan terhadap Teheran meski sebelumnya tengah mendorong jalur diplomasi untuk meredakan konflik Iran-Israel.
Pemerintah AS menyebut helikopter Apache tersebut sedang melakukan patroli rutin di sekitar Selat Hormuz ketika menjadi sasaran serangan. Informasi yang beredar di Washington menyebut drone Shahed diduga menjadi penyebab jatuhnya helikopter tersebut.
Namun tuduhan itu langsung dibantah Teheran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran dalam wawancara dengan Al Jazeera menegaskan negaranya tidak terlibat dalam insiden yang menimpa helikopter Apache AS tersebut.
“Teheran tidak berada di balik serangan terhadap helikopter Apache Amerika Serikat di Selat Hormuz,” tegasnya.
Meski demikian, pejabat Iran mengakui situasi di Selat Hormuz saat ini sangat tegang sehingga berbagai insiden militer dapat terjadi tanpa disengaja.
Ia juga menegaskan tidak ada upaya penargetan secara sengaja terhadap helikopter militer Amerika Serikat.
Pernyataan senada sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengingatkan bahwa kawasan Selat Hormuz saat ini berada dalam situasi konflik dan eskalasi yang sangat tinggi.
Di sisi lain, pernyataan Trump menunjukkan Washington memandang insiden tersebut sebagai aksi yang tidak bisa dianggap remeh.
Ancaman respons dari Gedung Putih muncul hanya sehari setelah Trump mendesak Iran dan Israel menghentikan saling serang demi membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih luas terkait program nuklir Iran.
Meski ketegangan meningkat, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran disebut masih berlangsung. Trump bahkan mengklaim peluang tercapainya kesepahaman awal terkait program nuklir Iran masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.
Insiden Apache di Selat Hormuz kini menjadi ujian serius bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung. Jika terbukti sebagai serangan langsung terhadap aset militer AS, tekanan politik terhadap Trump untuk merespons secara militer diperkirakan akan semakin besar.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Setiap eskalasi militer di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak geopolitik dan lonjakan harga minyak global.




