LONDON — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri, Sabtu (21/6/2026), dalam pernyataan emosional di depan pintu Nomor 10 Downing Street. Keir Starmer menyatakan telah mendengar dengan jelas suara partainya bahwa dirinya bukan lagi sosok terbaik untuk memimpin ke depan.
Starmer menetapkan jadwal transisi kepemimpinan — ia akan meninggalkan jabatannya sebelum akhir musim panas, dengan harapan pemimpin baru Partai Buruh Inggris sudah terpilih pada September mendatang. Ia menyebutnya sebagai keputusan yang diambil demi kepentingan terbaik negara.
Momen pengunduran diri Keir Starmer diwarnai nuansa haru yang kental. Ia keluar bersama sang istri, Lady Victoria, disambut tepuk tangan meriah dari staf Nomor 10 dan 11 Downing Street. Suara Starmer sempat bergetar beberapa kali, sementara Lady Victoria tampak mengusap air mata setelah memeluk suaminya di hadapan publik.
Pengamat politik Douglas menilai pengunduran diri Keir Starmer mencerminkan integritas politik yang langka di era modern — mengakui suara partai dan mundur dengan bermartabat, berbeda dengan banyak pemimpin dunia yang memilih bertahan meski kehilangan dukungan.
Koresponden Al Jazeera di Downing Street, Benedict Pavio, melaporkan suasana Downing Street dipenuhi emosi. Ironisnya, tepat saat Starmer berpidato, seorang pengunjuk rasa di luar gerbang menyetel musik keras menggunakan pengeras suara elektronik sehingga hampir menutupi suara sang PM.
Kandidat terkuat pengganti Starmer disebut-sebut adalah Andy Burnham, yang tengah dalam perjalanan kereta menuju Westminster untuk dilantik sebagai anggota parlemen — setelah berhasil mengalahkan kandidat Partai Reform UK pimpinan Nigel Farage dalam pemilu Kamis lalu.
Pengunduran diri Starmer terjadi tepat 24 jam sebelum peringatan satu dekade Brexit — menambah catatan panjang pergantian Perdana Menteri Inggris dalam satu dasawarsa terakhir.




