Politik dan Pemerintahan

Wabup Fajar: Bawaslu Garda Depan Cegah Demokrasi Sesat

×

Wabup Fajar: Bawaslu Garda Depan Cegah Demokrasi Sesat

Sebarkan artikel ini
Wabup Fajar
Pendidikan pengawas partisipatif Bawaslu Sumedang 2026 dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" di Kantor Bawaslu Sumedang

SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menegaskan peran strategis Bawaslu sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri dalam pendidikan pengawas partisipatif Bawaslu Sumedang 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” di Kantor Bawaslu Sumedang, Rabu (15/7).

Fajar mengingatkan bahwa pesta demokrasi akan terus bergulir hingga 2029 dan 2030. Karena itu, pendidikan pengawas partisipatif Bawaslu Sumedang 2026 menjadi momen penting untuk mengantisipasi berbagai program atau kegiatan yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip demokrasi di Indonesia maupun Kabupaten Sumedang.

“Ke depannya, bagaimana peran penting Bawaslu dalam mengantisipasi kegiatan atau program yang nilainya tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” ujar Wabup Fajar.

Ia pun mengapresiasi inisiatif Bawaslu Sumedang menggelar pendidikan pengawas partisipatif Bawaslu Sumedang 2026 melalui Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P).“Semoga masyarakat Sumedang ke depannya semakin cerdas dalam menentukan pilihannya saat mengikuti pesta demokrasi,” kata Fajar.

Ketua Bawaslu Sumedang Ade Adrianta Sinulingga menjelaskan bahwa pendidikan pengawas partisipatif Bawaslu Sumedang 2026 merupakan agenda rutin tahunan.Ia mengakui Bawaslu memiliki keterbatasan sumber daya manusia, sehingga perlu merangkul mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

“Bawaslu secara kelembagaan mempunyai beban moral untuk melaksanakan pendidikan politik, khususnya pada saat pemilu dan menjelang Pilkada 2029 mendatang,” tegas Ade.

Peningkatan literasi politik masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif menjadi kunci menyukseskan Pemilu 2029 yang bersih dan bermartabat.