BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi berkolaborasi dengan Japan Platform for Migrant Workers towards Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI) untuk memperluas akses kerja aman ke Jepang. Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menegaskan komitmen ini dalam audiensi di Sekretariat Daerah, Selasa (28/7/2026).
Fokus utama kemitraan adalah menciptakan ekosistem migrasi yang inklusif, di mana calon pekerja tidak dibebani biaya tinggi namun tetap mendapatkan perlindungan hak dan peningkatan kompetensi. Langkah strategis ini menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan tenaga kerja indonesia ke jepang, memastikan setiap warga yang berangkat memiliki skill mumpuni dan status legal yang jelas demi martabat bangsa di mata internasional.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, memaparkan keberhasilan program sebelumnya yang telah meluluskan 600-700 peserta dengan tingkat penempatan mencapai 80 persen. Melalui skema Pelatihan dan Penempatan Kerja Luar Negeri Bebas dari Segala Sumbangan (PPKM Bebas), Pemkab Bandung menargetkan masyarakat dari desil ekonomi satu hingga empat. “Fokus kami adalah masyarakat kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan layak tanpa terkendala biaya,” ujar Dadang.
Aksesibilitas ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui remitansi yang stabil, sekaligus menjadikan pelatihan tenaga kerja indonesia ke jepang sebagai instrumen pemerataan ekonomi yang efektif bagi lapisan masyarakat terbawah di wilayah tersebut.
Selain pra-keberangkatan, kolaborasi ini juga mencakup pendampingan pasca-kontrak. Pemkab Bandung menyiapkan program pemberdayaan bagi pekerja migran purna guna mengubah pengalaman dan modal kerja menjadi usaha produktif di daerah. Hal ini mencegah ketergantungan jangka panjang dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru.
Sinergi holistik dari hulu ke hilir ini memperkuat fondasi pelatihan tenaga kerja indonesia ke jepang, menjamin bahwa pulang ke tanah air bukan berarti berakhirnya produktivitas, melainkan awal dari kontribusi nyata bagi pembangunan lokal melalui wirausaha berbasis keahlian yang didapat selama bekerja di negeri Sakura.
Wabup Ali Syakieb berharap sinergi ini melahirkan SDM unggul yang profesional dan berdaya saing global. Dengan populasi hampir 3,9 juta jiwa, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar jika dikelola dengan tata kelola migrasi yang baik.
Melalui kemitraan dengan JP-MIRAI, standar pelatihan tenaga kerja indonesia ke jepang ditingkatkan sesuai protokol internasional, memastikan kesejahteraan keluarga pekerja terjaga dan dampak sosial negatif akibat migrasi ilegal dapat diminimalisir secara maksimal demi kemajuan daerah yang berkelanjutan.




