Politik dan Pemerintahan

KDS Gagaskan Kolaborasi Daerah Atasi Krisis Sampah

×

KDS Gagaskan Kolaborasi Daerah Atasi Krisis Sampah

Sebarkan artikel ini
KDS
Bupati Bandung Dadang Supriatna hadiri forum UCLG ASPAC. Dorong sinergi antar daerah untuk solusi sampah

 

BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), menghadiri kegiatan City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) di The Margo Hotel, Kota Depok, Selasa (28/7/2026). Kehadiran bupati yang juga Ketua Umum Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) ini menegaskan komitmen serius Pemkab Bandung dalam memperkuat kolaborasi antardaerah. Forum internasional ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan tata kelola persampahan kabupaten bandung agar lebih efektif, responsif terhadap tantangan kompleks, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan serta kenyamanan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, KDS menekankan bahwa penguatan sistem pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Diperlukan pendekatan kolaboratif yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pengurangan timbulan sampah di sumber, pemilahan, hingga pengembangan teknologi pengolahan akhir. “Kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks,” ujarnya. Melalui pertukaran pengetahuan di forum ini, berbagai inovasi dapat diadaptasi sesuai karakteristik lokal. Sinergi semacam ini diharapkan dapat mempercepat transformasi tata kelola persampahan kabupaten bandung menuju sistem yang sirkular, di mana sampah dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan tepat dan berkelanjutan.

Pemkab Bandung terus berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi intensif. Pengembangan inovasi berorientasi pada pengurangan sampah dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama. Langkah ini sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Bandung yang Bedas, maju, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain, tata kelola persampahan kabupaten bandung akan semakin matang dan terintegrasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bertolak belakang dengan kesehatan ekosistem, melainkan berjalan beriringan demi kualitas hidup warga yang lebih baik dan lingkungan yang asri.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional tersebut, Pemkab Bandung berharap dapat memperkaya kebijakan lokal dengan wawasan global. Implementasi hasil pembelajaran dari UCLG ASPAC diharapkan mampu menjawab persoalan sanitasi yang kronis. Dengan demikian, tata kelola persampahan kabupaten bandung bukan hanya sekadar urusan kebersihan, tetapi menjadi pilar utama pembangunan berkelanjutan yang menjamin masa depan generasi berikutnya tetap sehat, produktif, dan hidup dalam lingkungan yang terjaga keasriannya secara maksimal.