KARAWANG – Dampak musim kemarau yang kian parah di Kabupaten Karawang telah memicu krisis air bersih bagi ribuan warga. Data terkini mencatat sebanyak 12.155 jiwa atau setara dengan 4.044 Kepala Keluarga (KK) di sembilan desa kini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat.
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan guna mencegah dampak kesehatan dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Perumdam Tirta Tarum Karawang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penyaluran air bersih. Namun, keterbatasan armada mobil tangki milik PDAM membuat sinergi menjadi kunci utama. Humas Perumdam Tirta Tarum, Fajar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan instansi lainnya.
“Sinergi dengan BPBD dan PMI yang memiliki kelengkapan moda distribusi menjadi sangat penting agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara cepat,” ujar Fajar, Kamis (30/7/2026).
Penyaluran bantuan untuk mengatasi krisis air bersih dilakukan secara dinamis berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Volume air yang dikirim setiap hari disesuaikan dengan permintaan resmi yang diterima melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan pihak terkait. Mekanisme ini memastikan bahwa distribusi tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Kerja sama lintas sektor ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat penanganan kekeringan yang melanda berbagai titik di Kabupaten Karawang selama musim kemarau berlangsung tahun ini.
Perumdam Tirta Tarum berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan krisis air bersih hingga kondisi cuaca membaik. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD untuk mengantisipasi potensi bertambahnya wilayah yang terdampak kekeringan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan pasokan air tetap terjaga meskipun sumber air tanah mulai menyusut.
Masyarakat di wilayah terdampak dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan distribusi dari tim gabungan agar proses penyaluran bantuan berjalan lancar, tertib, dan merata bagi semua lapisan warga yang sedang mengalami kesulitan akses air.






