Internasional

Perundingan Damai Buntu Total, Trump Frustrasi Perang Hormuz Berkepanjangan

×

Perundingan Damai Buntu Total, Trump Frustrasi Perang Hormuz Berkepanjangan

Sebarkan artikel ini
Donald Trump
Presiden AS Donald Trump

DUBAI – Prospek diplomasi di kawasan Timur Tengah berada di ambang kemunduran besar setelah dialog damai mengalami kebuntuan mematikan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan mulai kehilangan kepercayaan terhadap kelanjutan negosiasi usai gempuran militer kembali membakar perbatasan, memicu bahaya kekhawatiran baru terkait eskalasi konflik AS-Iran yang berpotensi meluas secara global.

Jurnalis Al Jazeera Alex Marquardt, Senin (3/8/2026) mengungkqpkapkan bahwa rasa frustrasi Washington memuncak lantaran serangkaian manuver militer balasan terus terjadi tepat ketika proses mediasi sedang diupayakan. Kegagalan mencapai titik temu ini mempertegas bahwa gelombang eskalasi konflik AS-Iran belum akan mereda dalam waktu dekat, menyulut skeptisisme mendalam apakah para pejabat tinggi dari kedua belah pihak dapat segera kembali duduk di meja perundingan.

Pihak penengah internasional, Kesultanan Oman, sebelumnya telah memfasilitasi dialog intensif sejak awal Juli untuk merumuskan kompromi penataan lalu lintas maritim. Namun, dinamika eskalasi konflik AS-Iran justru kian memanas tajam setelah pihak Iran nekat menembak tiga kapal komersial di jalur strategis Selat Hormuz, tepat di tengah-tengah proses tawar-menawar diplomasi.

Langkah destruktif tersebut berulang pekan lalu ketika Oman kembali mencoba menjembatani kesepakatan damai. Alih-alih merespons dengan iktikad baik, Tehran justru meluncurkan lima tembakan rudal yang menyasar kawasan Yordania. Berulang kalinya aksi gempuran militer saban kali negosiasi digelar memperlihatkan pola bahaya dari eskalasi konflik as iran di selat hormuz yang merobek kepercayaan antarnegara serta mengancam stabilitas kawasan secara menyeluruh.