NOTTINGHAM – Era baru Nottingham Forest resmi dimulai di bawah komando Oliver Glasner setelah musim penuh gejolak berakhir dengan posisi ke-16 Premier League dan sensasi semi-final Europa League. Transformasi ini ditandai dengan keputusan strategis menjual gelandang andalan Elliot Anderson ke Manchester City seharga rekor klub £116 juta. Dana raksasa ini menjadi modal utama Glasner untuk merombak total lini tengah yang sempat kacau akibat pergantian empat manajer dalam satu musim.
Kehilangan motor serangan sekaligus berarti hilangnya identitas permainan lama, memaksa pelatih asal Austria tersebut membangun filosofi taktis baru dari nol demi stabilitas jangka panjang.
Glasner tidak membuang waktu, langsung merekrut Xaver Schlager secara gratis dari RB Leipzig dan Gustavo Sa senilai £17,1 juta sebagai fondasi rekonstruksi Nottingham Forest. Kombinasi pengalaman Schlager dan kreativitas Sa diharapkan mengisi void yang ditinggalkan Anderson tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Langkah ini menunjukkan pergeseran paradigma manajemen: dari ketergantungan pada individu bintang menuju sistem kolektif yang lebih tahan banting.
Uji coba pramusim melawan Notts County yang dimenangkan 2-0 lewat gol Igor Jesus dan Arnaud Kalimuendo menjadi validasi awal bahwa integrasi pemain baru berjalan mulus sebelum pemusatan latihan di Portugal.
Stabilitas manajerial menjadi kunci keberhasilan transformasi Nottingham Forest kali ini. Setelah trauma berganti pelatih empat kali dalam semusim, kehadiran Glasner membawa ketenangan yang sangat dibutuhkan. Ia memahami betul bahwa dana £116 juta bukan sekadar angka transfer, melainkan tanggung jawab moral untuk mengubah chaos menjadi struktur. Berbeda dengan pendahulunya yang sering bereaksi impulsif terhadap tekanan degradasi, Glasner memiliki mandat jelas untuk membangun proyek bertahap.
Dukungan finansial dari penjualan Anderson memberinya kemewahan untuk bereksperimen dengan formasi dan peran pemain tanpa takut dipecat jika hasil instan belum tercapai.
Keberhasilan bertahan di Premier League dan menembus semi-final Eropa membuktikan Nottingham Forest memiliki DNA petarung, namun kini mereka membutuhkan kecerdasan strategis. Rekrutmen Schlager dan Sa adalah langkah pertama menuju evolusi dari tim “survival” menjadi kontestan papan atas. Dengan lini tengah yang didesain ulang dan kepemimpinan teknis yang stabil, Forest siap menghadapi musim 2026/2027 bukan lagi sebagai tim yang sekadar menghindari degradasi, tetapi sebagai entitas sepak bola modern yang punya arah jelas.
Uang £116 juta telah diubah menjadi aset masa depan; sekarang tinggal Glasner yang harus menukarnya menjadi trofi atau setidaknya konsistensi performa yang membanggakan.






