LONDON – Hasil pramusim arsenal vs dortmund emirates cup 2026 berakhir dengan kejutan menyakitkan bagi tuan rumah. Arsenal harus menelan pil pahit kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund dalam laga pembuka Emirates Cup 2026 di Stadion Emirates, London, Minggu (9/8/2026) malam WIB.
Kekalahan ini menjadi catatan buruk awal musim bagi Mikel Arteta, terutama karena terjadi di kandang sendiri dihadapan ribuan pendukung setia. Namun, ada sisi menarik lain dari laga ini yang tidak terlihat dari papan skor akhir.
Die Borussen tampil sangat pragmatis dan efektif meski secara statistik arsenal kalah dari dortmund dalam hal penguasaan bola. Samuele Inacio membuka keunggulan cepat pada menit ke-7, disusul gol Konstantinos Karetsas di menit ke-29 yang memanfaatkan kesalahan Kepa Arrizabalaga.
Dortmund menutup babak pertama dengan nyaman 2-0, menunjukkan bahwa efektivitas serangan mereka jauh lebih mematikan dibanding possession yang dimiliki Arsenal. Efisiensi inilah yang menjadi kunci kemenangan tamu Jerman tersebut.
Pasca istirahat, Arsenal mencoba bangkit lewat Ethan Nwaneri yang mencetak gol di menit ke-54. Sayangnya, euforia itu langsung dipadamkan Kouakou Joane Gadou empat menit kemudian lewat sundulan sepak pojok. Viktor Gyökeres sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan penalti di menit ke-69, namun upaya mengejar ketertinggalan hingga peluit akhir gagal.
Dalam konteks hasil pramusim arsenal vs dortmund emirates cup 2026, laga 90 menit ini memang dimenangkan Dortmund 3-2 sekaligus mengamankan trofi bergengsi tersebut.
Meski kalah dalam laga resmi, Arsenal menunjukkan mental juara saat memasuki sesi adu penalti yang merupakan bagian dari agenda latihan. The Gunners menang 5-4 setelah Illan Meslier menggagalkan eksekusi Mathis Albert. Secara statistik, arsenal kalah dari dortmund hanya dalam hal konversi peluang; mereka mendominasi 58% penguasaan bola dan melepaskan 16 tembakan (8 on target) berbanding 6 tembakan Dortmund.
Dominasi tanpa hasil ini menjadi PR besar Arteta sebelum Premier League dimulai, membuktikan bahwa possession semata tidak menjamin kemenangan tanpa ketajaman di depan gawang.




