MILAN — AC Milan menutup rangkaian pramusim 2026 dengan catatan satu kemenangan, dua hasil imbang dan satu kekalahan. Di bawah pelatih baru Ruben Amorim, performa Rossoneri menunjukkan perkembangan positif setelah sempat kesulitan beradaptasi dengan sistem permainan baru.
Milan mengawali pramusim dengan menghadapi Celtic di Glasgow. Sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama, Rossoneri mampu bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2. Francesco Camarda menjadi penyelamat Milan lewat dua golnya.
Hasil imbang kembali diraih ketika Milan menghadapi Inter Milan dalam Derby della Madonnina pramusim. Pertandingan berakhir 1-1 dan menjadi kesempatan bagi Amorim untuk menguji sejumlah kombinasi pemain sekaligus mencari formula permainan terbaik.
Namun, Milan kemudian mengalami kekalahan telak 0-3 dari Chelsea dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kekalahan tersebut memperlihatkan bahwa proses adaptasi terhadap sistem permainan Amorim masih membutuhkan waktu, terutama dalam organisasi pertahanan dan transisi.
Rossoneri akhirnya menutup pramusim dengan penampilan meyakinkan saat menghadapi Manchester United di Wroclaw, Polandia. Milan menang 4-2 setelah sempat dua kali tertinggal.
Samuel Chukwueze, Alphadjo Cissé, Gonçalo Ramos dan Ruben Loftus-Cheek menjadi pencetak gol Milan dalam kemenangan tersebut. Comeback itu menjadi sinyal positif karena Milan mampu membalikkan keadaan dalam waktu relatif singkat pada babak kedua.
Bagi Amorim, rangkaian pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan sebelum Serie A 2026/2027 bergulir.
Sistem permainan dinamis yang dibawa pelatih asal Portugal tersebut membutuhkan pemahaman lebih baik dari para pemain. Koordinasi lini belakang, transisi bertahan ke menyerang, serta efektivitas dalam memanfaatkan ruang menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperbaiki.
Di sisi lain, kedatangan Gonçalo Ramos dari PSG dan pengalaman Luka Modrić di lini tengah memberikan opsi tambahan bagi Amorim. Keduanya diharapkan mampu meningkatkan kreativitas sekaligus produktivitas Milan bersama Rafael Leão dan Christian Pulisic.
Kemenangan atas Manchester United menjadi modal penting sebelum Milan memulai perjalanan di Serie A. Selain menunjukkan peningkatan performa, comeback tersebut juga memperlihatkan mentalitas yang mulai terbentuk di bawah era baru Amorim.
Dengan pramusim yang berakhir positif, tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah perkembangan tersebut mampu berlanjut ketika kompetisi resmi dimulai.





