SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir secara resmi melepas kontingen Sumedang yang terdiri dari 164 siswa madrasah, 95 official, dan 34 panitia untuk bertanding di Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat Provinsi Jawa Barat. Pelepasan berlangsung di Gedung Negara, Jumat (21/8/2026), sebelum tim berangkat ke Kota Tasikmalaya pada 22-24 Agustus 2026. Dengan total 293 personel, kehadiran PORSENI Jabar 2026 menjadi momentum strategis bagi generasi muda madrasah untuk membuktikan kapasitas akademik dan non-akademik di arena provinsi yang kompetitif.
Dalam pembekalan, Bupati Dony menekankan pentingnya membangun mental juara yang berlandaskan sportivitas dan pikiran positif. Ia mengingatkan bahwa mewakili daerah adalah privilese yang tidak dimiliki semua orang, sehingga rasa syukur harus diterjemahkan dalam performa maksimal. “Jangan banyak takut menghadapi persaingan, tapi jadikan ini ajang mengasah kemampuan,” pesannya. Pesan ini sejalan dengan semangat PORSENI Jabar 2026 sebagai laboratorium karakter, di mana kemenangan bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang ketahanan mental dan integritas saat berkompetisi secara sehat dan bermartabat di hadapan ribuan peserta lainnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Dadan Rahadian menegaskan bahwa event ini dirancang khusus untuk menggali potensi minat dan bakat peserta didik MI, MTs, hingga MA. Tahun ini, kontingen Sumedang akan berlaga dalam 9 mata lomba jenjang MI, 10 untuk MTs, dan 11 untuk MA. Diversifikasi cabang perlombaan ini memastikan setiap siswa memiliki ruang untuk bersinar sesuai keahlian masing-masing. Harapannya, prestasi yang diraih tidak hanya membawa harum nama daerah, tetapi juga memvalidasi kualitas pendidikan madrasah yang holistik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Bupati Dony menutup arahannya dengan mendorong siswa bermimpi besar melalui proses belajar, berlatih, dan bekerja keras tanpa henti. Kombinasi antara dukungan pemerintah daerah dan dedikasi atlet cilik ini diharapkan menghasilkan dampak jangka panjang bagi ekosistem pendidikan Sumedang. Keberhasilan di PORSENI Jabar 2026 kelak akan menjadi tolak ukur efektivitas pembinaan dini, membuktikan bahwa investasi pada talenta muda madrasah bukan sekadar program seremonial, melainkan fondasi kokoh bagi regenerasi pemimpin masa depan yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di level nasional maupun internasional.





