DAMASKUS – Ketegangan dua kekuatan raksasa Timur Tengah mendadak membara di kawasan barat laut Suriah. Aksi gempuran delapan kali hantaman rudal jet tempur Israel menyasar pangkalan udara Abu al-Duhur yang berlokasi sangat dekat dengan perbatasan militer Turki.
Insiden yang merusak landasan pacu serta hanggar tersebut diduga kuat menjadi sinyal gertakan terbuka Tel Aviv. Pihak Israel mengklaim serangan presisi itu bertujuan menahan potensi pengerjaan penempatan militer Turki sebelum resmi beroperasi di kawasan pangkalan udara vital tersebut.
Analis Timur Tengah dari Brookings Institution, Asli Aydintasbas, menilai langkah gempuran tersebut merupakan persinggungan wilayah yang sangat berisiko.
“Ini adalah pertama kalinya pesawat tempur Israel terbang sedemikian dekat dengan perbatasan Turki. Ini merupakan babak baru dalam persaingan antara Turki dan Israel yang kian mendekati situasi permusuhan langsung,” ujar Asli Aydintasbas saat diwawancara DW News, Jumat (21/8/2026).
Di sisi lain, Ankara langsung merespons keras klaim tersebut dan menyebut dalih keselamatan yang dilemparkan Israel tidak masuk akal. Pemerintah Ankara menilai tudingan pergerakan militer Turki di pangkalan udara dekat Aleppo itu hanyalah rekayasa Yerusalem untuk melegitimasi agresi militernya.
Eskalasi ini kian mengkhawatirkan karena terjadi saat perbatasan dua negara memanas. Asli Aydintasbas menekankan bahwa serangan di pangkalan udara ini merupakan sinyal keras Tel Aviv untuk menahan ekspansi pengaruh militer Turki di wilayah Suriah pasca-Assad.
“Israel secara jelas berupaya menarik garis batas. Mereka tidak ingin Turki mendirikan pangkalan militer di Suriah, sementara Turki di sisi lain bertekad untuk terus memperluas jejak kehadiran militernya,” pungkas Aydintasbas.




