SPIRITS.Id – Aksi kekerasan dan dugaan premanisme yang menyasar kediaman Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cimenyan pada Selasa (18/8/2026) malam memicu reaksi keras dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ujungberung. Mereka secara tegas mengutuk insiden tersebut dan menuntut aparat kepolisian untuk segera memproses hukum para pelaku.
Ketua PAC GP Ansor Ujungberung, M. Rifqi Ni’am Siroj, M.Hum., menyatakan bahwa tindakan intimidasi dan penyerangan terhadap rumah seorang ulama tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Menurutnya, insiden ini bukan sekadar keributan biasa, melainkan telah menyinggung marwah ulama, kehormatan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU), serta mengancam keamanan masyarakat.
“Ansor tidak akan diam terhadap tindakan premanisme dan kekerasan. Kami mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas, profesional, dan tuntas. Siapa pun pelakunya dan apa pun latar belakangnya, jika terbukti melakukan kekerasan dan perusakan, harus diproses sesuai hukum tanpa ada ruang bagi impunitas,” tegas Rifqi dalam pernyataan pada redaksi (19/8/2026).
Meski mengecam keras insiden tersebut, pihak GP Ansor Ujungberung menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah. Rifqi memperingatkan agar sikap tenang yang ditunjukkan organisasinya tidak disalahartikan.
“Kami tidak menginginkan konflik meluas. Namun jangan salah memahami sikap kami untuk menjaga kondusivitas sebagai sebuah kelemahan. Kader Ansor harus berdiri tegak ketika ulama diintimidasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rifqi juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) agar tidak mudah terpancing provokasi dan sepenuhnya mempercayakan penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.
“Tetap tenang, solid, dan percayakan penegakan hukum kepada aparat. Ulama harus dihormati, NU harus dijaga, premanisme harus dilawan, dan hukum harus ditegakkan!” pungkasnya.






