BANDUNG – Polda Jawa Barat bersama Polrestabes Bandung melancarkan penyelidikan menyeluruh pasca-kericuhan unjuk rasa evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Rabu (21/10). Penyelidikan intensif ini difokuskan untuk memburu aktor intelektual di balik sabotase aksi damai yang berujung pada tindakan anarki.
Aparat penegak hukum kini tengah menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute Jalan Sulanjana hingga kawasan Dago. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi identitas kelompok penyusup yang melemparkan bom molotov serta kembang api ke arah truk Dalmas kepolisian.
Akibat serangan membabi buta pada Selasa malam tersebut, tiga personel kepolisian dilaporkan mengalami luka robek serius di bagian kepala serta tangan. Selain korban luka dari aparat, dua unit mobil dinas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Naripan turut hancur dirusak massa.
Sebelumnya, gabungan 16 aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil memusatkan tuntutan pada penolakan alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mendesak agar anggaran tersebut segera dialihkan untuk kebutuhan mendasar seperti jaminan perlindungan sosial dan fasilitas kesehatan publik.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, Dinas Pendidikan Jawa Barat menerbitkan surat edaran tegas yang melarang keterlibatan para pelajar SMA/SMK dalam aksi massa. Sementara itu, penjagaan ketat dan penyekatan kendaraan di gerbang masuk perbatasan wilayah Jawa Barat masih diberlakukan secara selektif.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menegaskan bahwa situasi keamanan di pusat kota kini telah dipastikan kembali kondusif. Kendati aktivitas warga berjalan normal, patroli skala besar gabungan TNI-Polri tetap disiagakan untuk menjaga ketertiban umum. (Elvi)




