Hukrim

Sampel Makanan Raib, Keracunan 88 Seoul Jadi Misteri

×

Sampel Makanan Raib, Keracunan 88 Seoul Jadi Misteri

Sebarkan artikel ini
Restoran 88 Seoul di pusat perbelanjaan 23 Paskal, Kota Bandung, yang tutup sementara.
Restoran 88 Seoul di pusat perbelanjaan 23 Paskal, Kota Bandung, yang tutup sementara.

BANDUNG – Kasus dugaan keracunan makanan di Resto 88 Seoul, pusat perbelanjaan 23 Paskal, masih menyisakan tanda tanya besar. Sampel makanan 88 Seoul tidak tersedia karena kejadian telah berlalu beberapa hari dan makanan sudah dikonsumsi atau dibuang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan sampel makanan tidak lagi bisa diuji laboratorium. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (15/10/2026), mematahkan harapan kepastian penyebab kasus keracunan 88 Seoul Paskal.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat 24 laporan kasus melalui puskesmas dan kanal media sosial. Angka itu berbeda jauh dari klaim ratusan korban yang beredar di media sosial dan masih perlu verifikasi.

Pemeriksaan awal Dinkes menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi restoran yang perlu diperbaiki. Temuan itu mencakup penataan bahan makanan, penyimpanan peralatan, hingga pemisahan bahan pangan dari cairan pembersih.

Polrestabes Bandung turut menyelidiki dengan mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah pegawai. Polisi juga menggali informasi dari konsumen yang diduga mengalami gangguan kesehatan.

Pada tahap awal, polisi mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Namun sampel makanan 88 Seoul tidak tersedia lagi ketika proses pengujian hendak dilakukan.

Farhan menyampaikan jumlah korban yang telah ditangani mencapai 26 orang. Seluruhnya dilaporkan sudah mendapatkan perawatan dan kembali ke rumah masing-masing.

Data tersebut perlu dibedakan dari jumlah pengaduan awal maupun klaim korban yang beredar. Restoran 88 Seoul juga diketahui menghentikan operasionalnya sementara setelah kasus mencuat.

Pemkot Bandung menegaskan pengelola harus menindaklanjuti rekomendasi perbaikan sebelum kembali beroperasi. Kepastian pembukaan kembali bergantung pada pemenuhan rekomendasi yang diberikan pemerintah.

Temuan kekurangan higiene dan sanitasi tetap perlu ditindaklanjuti. Namun temuan itu tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab langsung seluruh kasus keracunan 88 Seoul Paskal.

Kepastian hubungan sebab-akibat memerlukan dukungan bukti medis, epidemiologis, dan hasil pemeriksaan. Tanpa sampel makanan 88 Seoul tidak tersedia, penyelidikan berjalan lebih berat.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha kuliner agar konsisten menerapkan standar keamanan pangan. Konsumen yang mengalami gejala serupa diimbau segera mencari pertolongan medis dan menyimpan bukti transaksi.