GARUT — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat PNS dan pemberhentian PNS yang memasuki batas usia pensiun periode September 2026.
Penyerahan SK tersebut dilakukan saat Bupati Garut memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (31/8/2026).
Abdusy Syakur mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas dedikasi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, penghargaan tersebut harus menjadi motivasi bagi ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Nah ini merupakan penghormatan dari pemerintah yang memberikan apresiasi terhadap apa yang selama ini telah dikerjakan. Tentu saja pasti ada kurangnya, ada salahnya, tapi saya minta tolong dijadikan sebagai motivasi, inisiatif untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abdusy Syakur.
Sementara kepada PNS yang memasuki masa purna tugas, Bupati menyampaikan apresiasi atas pengabdian, pengorbanan, dan loyalitas selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Oleh sebab itu, teman-teman tadi terima kasih atas semua dedikasi, semua pengorbanan, semua loyalitasnya kepada masyarakat semoga menjadi amal kebaikan yang mendapatkan pahala di kemudian hari,” katanya.
Apel gabungan tersebut juga dirangkaikan dengan penyematan Lencana Darma Bakti dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka kepada Abdusy Syakur selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Garut.
Menerima penghargaan tersebut, Abdusy Syakur menegaskan komitmennya untuk mendorong Gerakan Pramuka semakin aktif, khususnya dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda.
Ia menilai Pramuka memiliki peran strategis dalam membekali anak-anak dengan keterampilan hidup atau life skill di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.
Bupati juga meminta para camat turut mendorong aktivitas kepramukaan di wilayah masing-masing.
“Sehingga saya yang termasuk mendorong Pramuka untuk aktif dan juga nitip ini Pak Camat ya, para camat yang hadir, tolong Pramukanya didorong di kecamatan masing-masing,” ujarnya.
Abdusy Syakur mengingatkan bahwa kemudahan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan ketahanan mental dan kemampuan untuk mandiri.
Menurutnya, kemandirian tidak berarti menolak perkembangan teknologi atau kembali menggunakan cara-cara konvensional. Yang lebih penting, generasi muda memiliki ketahanan, kegigihan, kedisiplinan, loyalitas, serta integritas.
“Mandiri bukan dimaknai bahwa kita harus melakukan cara-cara konvensional tradisional tidak juga, tapi bagaimana mereka memiliki ketahanan, kemandirian, kegigihan, keseriusan, disiplin, loyalitas ini yang harus kita bangun. Ini adalah modal soft skill yang harus dimiliki oleh anak-anak kita,” tegasnya.
Bupati berharap sinergi pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dapat terus diperkuat sehingga pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademis, tetapi juga karakter dan kecakapan hidup.








