Uncategorized

Inter Buru Kemenangan di Bernabéu Setelah 60 Tahun

×

Inter Buru Kemenangan di Bernabéu Setelah 60 Tahun

Sebarkan artikel ini
Real Madrid dan Inter Milan bersiap bertarung di Santiago Bernabéu pada Liga Champions 2026/2027.
Real Madrid dan Inter Milan bersiap bertarung di Santiago Bernabéu pada Liga Champions 2026/2027.

MADRID – Inter Milan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Real Madrid pada laga perdana fase liga Liga Champions 2026/2027. Nerazzurri tidak hanya harus menghadapi salah satu raksasa Eropa, tetapi juga berusaha memutus catatan buruk selama hampir enam dekade di Santiago Bernabéu.

Real Madrid akan menjamu Inter Milan di Santiago Bernabéu, Madrid, Rabu (9/9/2026) pukul 02.00 WIB. Duel dua klub besar Eropa ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada matchday pertama Liga Champions musim ini.

Inter datang dengan modal positif setelah meraih tiga kemenangan pada awal musim Serie A. Status sebagai juara Italia membuat tim asuhan Cristian Chivu memiliki kepercayaan diri tinggi.

Namun, sejarah pertemuan kedua tim memberikan tantangan tersendiri.

Inter tercatat hanya sekali menang di kandang Real Madrid dalam sejarah pertemuan kompetitif mereka. Kemenangan tersebut terjadi pada 1 Maret 1967, ketika Inter menundukkan Madrid 2-0 di Bernabéu pada leg kedua perempat final European Cup. Dua gol Inter dicetak Renato Cappellini dan bunuh diri Ignacio Zoco.

Artinya, Inter sudah 59 tahun tidak kembali meraih kemenangan di markas Madrid. Jika laga 2026 berlangsung setelah ulang tahun ke-60 kemenangan tersebut, catatan itu praktis memasuki enam dekade.

Lima Pertemuan Terakhir Milik Madrid

Dominasi Madrid juga terlihat dalam lima pertemuan terakhir kedua tim.

Dalam lima laga terakhir di kompetisi Eropa, Real Madrid selalu mengalahkan Inter. Rangkaian tersebut dimulai dari kemenangan 3-2 pada 2020, dilanjutkan kemenangan 2-0 di Milan, 1-0 di Milan, dan 2-0 di Bernabéu pada 2021.

Menariknya, kemenangan terakhir Inter atas Madrid terjadi pada fase grup Liga Champions 1998/1999. Inter menang 3-1 di San Siro berkat dua gol Roberto Baggio dan satu gol Ivan Zamorano. Namun, laga tersebut bukan dimainkan di Bernabéu.

Karena itu, misi Inter di Madrid bukan sekadar mengakhiri dominasi dalam duel modern, tetapi juga memutus penantian panjang sejak kemenangan 1967.

Mourinho Kembali ke Panggung Liga Champions

Pertandingan ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena José Mourinho kembali menangani Real Madrid dan menghadapi Inter, klub yang pernah ia bawa meraih treble pada 2010.

Mourinho menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terbebani sejarah maupun tekanan untuk langsung membawa Madrid menjuarai Liga Champions.

Namun, pelatih asal Portugal tersebut memastikan targetnya sederhana: menang atas Inter.

“Saya ingin menang,” tegas Mourinho dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia juga menyebut setiap poin penting dalam fase liga yang terdiri dari delapan pertandingan.

Madrid sendiri memasuki laga ini dengan sedikit tanda tanya. Los Blancos baru saja mengalami kekalahan 0-1 dari Real Betis di La Liga, kekalahan pertama mereka pada awal musim bersama Mourinho.

Kondisi tersebut membuat pertandingan melawan Inter menjadi ujian penting bagi proyek Mourinho pada periode keduanya di Santiago Bernabéu.

Chivu Tak Ingin Inter Mengubah Gaya Main

Di kubu Inter, Chivu menyadari sulitnya bermain di kandang Real Madrid. Namun, ia tidak ingin timnya datang hanya untuk bertahan.

Pelatih asal Rumania itu menegaskan Inter akan berusaha mempertahankan identitas permainan mereka dan mencari cara untuk mendominasi pertandingan.

“TIdak mudah bermain di Bernabeu. Inter sudah 60 tahun tidak menang di sini,” ujar Chivu seperti dikutip Football Italia.

Chivu juga menekankan bahwa tidak ada formula khusus untuk menghadapi Real Madrid. Inter, menurutnya, harus tetap berani bermain dengan gaya sendiri dan membuktikan kualitasnya di lapangan.

Duel Madrid dan Inter pun bukan hanya pertarungan dua klub dengan sejarah panjang di Eropa. Laga ini menjadi ujian awal bagi dua proyek berbeda: Mourinho yang berusaha membangun kembali dominasi Madrid dan Chivu yang membawa Inter dengan ambisi mempertahankan statusnya sebagai kekuatan utama Italia.

Bagi Inter, satu kemenangan di Bernabéu akan memiliki arti lebih besar daripada sekadar tiga poin. Nerazzurri berpeluang mengakhiri penantian hampir 60 tahun sekaligus mengubah sejarah pertemuan mereka dengan Real Madrid.