MADRID — Real Madrid mengawali perjalanan di Liga Champions UEFA 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Inter Milan di Santiago Bernabéu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Kylian Mbappé dan Federico Valverde membawa Real Madrid unggul dua gol pada babak pertama. Inter kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto pada menit ke-76, tetapi Real Madrid mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan dominasi penguasaan bola. Inter justru lebih banyak menguasai permainan, dengan penguasaan bola sekitar 64 persen. Namun, Real Madrid tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan.
Dua Kesalahan Inter, Dua Gol Madrid
Inter sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup agresif. Thibaut Courtois harus melakukan penyelamatan awal untuk menggagalkan peluang Marcus Thuram.
Namun, Real Madrid kemudian menghukum kesalahan pertahanan Inter pada menit ke-14.
Yann Bisseck kehilangan penguasaan bola setelah mendapat tekanan. Brahim Díaz memanfaatkan situasi tersebut untuk memberikan umpan kepada Mbappé yang kemudian menaklukkan kiper Josep Martínez.
Sembilan menit berselang, kesalahan kembali terjadi. Josep Martínez mencoba mengontrol bola di area pertahanan sendiri, tetapi Federico Valverde berhasil menekan dan merebut kesempatan tersebut untuk mencetak gol kedua Madrid.
Dalam waktu 23 menit, Real Madrid sudah unggul 2-0.
Gol kedua itu menjadi pukulan besar bagi Inter yang sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah. Madrid bahkan masih memiliki sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan, tetapi Josep Martínez beberapa kali menggagalkan upaya para pemain Los Blancos.
Inter Bangkit, Courtois Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, Inter meningkatkan tekanan. Nerazzurri lebih banyak menguasai bola dan terus mencari celah di pertahanan Madrid.
Carlos Augusto akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-76 melalui umpan rendah Lautaro Martínez. Gol tersebut menghidupkan kembali peluang Inter untuk membawa pulang setidaknya satu poin.
Tekanan Inter semakin kuat pada fase akhir pertandingan. Namun, Thibaut Courtois tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan bagi Madrid.
Kiper asal Belgia itu melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Inter pada menit-menit akhir. Performa Courtois bahkan mendapat sorotan khusus setelah pertandingan karena dianggap menjadi salah satu alasan utama Madrid mampu mempertahankan keunggulan.
Federico Valverde pun mengakui kontribusi Courtois. Menurutnya, kiper Madrid tersebut layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik pertandingan setelah melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Efektif di Tengah Dominasi Inter
Hasil 2-1 menunjukkan perbedaan karakter permainan kedua tim.
Inter lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan tekanan dalam jumlah besar. Namun, dua kesalahan pada babak pertama membuat mereka tertinggal dua gol.
Sebaliknya, Madrid menunjukkan efektivitas tinggi ketika mendapatkan kesempatan. Mbappé memanfaatkan kesalahan lini belakang untuk membuka skor, sedangkan Valverde menghukum kesalahan kiper Inter.
Pelatih Real Madrid José Mourinho menyebut pertandingan tersebut berlangsung liar dan penuh peluang. Laporan pertandingan juga menunjukkan laga berjalan dalam tempo tinggi dengan banyak peluang dari kedua tim.
Kemenangan ini membuat Real Madrid mengawali fase liga Liga Champions dengan tiga poin. Inter harus pulang tanpa poin meski secara permainan mampu memberikan tekanan besar kepada tuan rumah.
Pada matchday kedua, Real Madrid akan bertandang menghadapi AS Roma pada 14 Oktober 2026.
Bagi Madrid, kemenangan atas Inter menjadi modal penting. Namun, performa di Bernabéu juga menunjukkan bahwa pekerjaan Mourinho belum selesai. Efektivitas serangan memberikan tiga poin, sementara tekanan Inter di babak kedua memperlihatkan masih adanya ruang yang harus diperbaiki Los Blancos.








