BANDUNG – Menko Polkam RI yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurahman, resmi didaulat sebagai Puun Ageung, Bapa Gede, sekaligus Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana dalam sebuah upacara adat yang khidmat. Pengukuhan bergengsi ini berlangsung meriah dalam acara Sunda Sabuana Awards sekaligus peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).
Penobatan Dudung ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud kesepakatan bulat para sesepuh dan inohong Sunda yang mendambakan sosok pemersatu di tengah masyarakat. Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar, Abah Anton Charliyan, menegaskan bahwa etnis Sunda harus memiliki pupuhu agar dapat berjalan sejajar, kompak, dan guyub sauyunan.
Dalam momentum sakral tersebut, Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi turut dikukuhkan sebagai Pandhita Resi Utama untuk mendampingi perjalanan budaya Sunda ke depan. Acara ini juga dihadiri oleh ratusan perwakilan dewan adat dari berbagai wilayah Nusantara hingga mancanegara, seperti Eropa, Amerika, dan Australia.
Momen paling mengharukan terjadi di penghujung acara ketika Dudung naik ke atas panggung dan menyanyikan dua lagu pop Sunda berjudul Mawar Bodas dan Ulah Ceurik. Suara emasnya yang merdu sukses menghipnotis para undangan hingga membuat suasana menjadi sangat emosional, haru, dan penuh keakraban.
Dalam sambutannya, Dudung berpesan agar masyarakat Sunda terus meningkatkan rasa percaya diri dan tidak mudah menyerah sebelum berjuang alias keok memeh dipacok. Ia juga meminta agar generasi terbaik Sunda yang telah berhasil dapat terus diapresiasi dan tidak diabaikan begitu saja.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya acara budaya ini. Ia berharap peringatan Hari Kebudayaan ini dapat menjadi wadah strategis untuk terus melestarikan budaya Sunda secara maksimal di masa depan.
Ketua Panitia, Bunda RR Okki J. Judanagara, menekankan pentingnya menjaga adat tradisi di tengah gempuran budaya asing yang semakin deras. Ia mengingatkan agar orang Sunda tidak sampai kehilangan jati diri atau “jati kasilih ku junti” dalam kehidupan sehari-hari.
Acara yang berlangsung tertib dan lancar ini ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antar seluruh tamu undangan. Pengukuhan Dudung menjadi Panglima Sunda diharapkan mampu membawa persatuan yang lebih erat bagi seluruh masyarakat Sunda.




