JAKARTA – Mantan Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ignasius Jonan akhirnya buka suara dan menyentil keras gaya Singapura dan Malaysia yang sibuk mengkritik Indonesia soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam sebuah video yang beredar, ia menilai aksi protes serta ancaman para tokoh negara tetangga yang dilakukan secara terbuka di media sosial itu tidak pada tempatnya.
Menurut Jonan, kebiasaan mengkritik secara terbuka seperti itu tidak akan menghasilkan solusi atau outcome yang baik, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Ia juga menyoroti keanehan di mana negara-negara tetangga ini mendadak vokal melontarkan kritik hanya pada saat asap karhutla sudah menjangkau wilayah mereka.
Padahal, Jonan mengingatkan bahwa kesepuluh negara di kawasan ini sebenarnya sudah memiliki wadah resmi, yakni ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian kerja sama lintas batas itu sendiri sudah disepakati bersama di Kuala Lumpur pada 10 Juni 2002, dan diratifikasi oleh Indonesia melalui UU Nomor 26 Tahun 2014.
Melihat fenomena protes medsos ini, Jonan curiga bahwa aksi tersebut hanyalah manuver politis para tokoh negara tetangga sekadar untuk melayani dan menyenangkan konstituennya. Jika benar-benar berniat menyelesaikan masalah, ia menantang Singapura dan Malaysia untuk mengesampingkan ego dan saling bekerja sama mencari tahu dalang kesengajaan di balik karhutla.
Jonan merasa heran karena kerja sama erat bisa dilakukan untuk menangani terorisme, perdagangan manusia (human trafficking), hingga narkoba, tetapi untuk urusan asap seolah enggan dilakukan. Alih-alih tiba-tiba melempar kritik secara terbuka, ia mengajak semua pihak untuk duduk bareng guna merumuskan sanksi yang adil dan optimal.
Hal yang paling menohok, Jonan membongkar fakta bahwa banyak dari perusahaan yang beroperasi di lahan tersebut kemungkinan justru melantai (listed) di bursa saham Singapura atau Malaysia. Bahkan, ia menyebut tidak menutup kemungkinan sebagian lahan itu juga dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang memang didirikan di kedua negara tetangga tersebut.





