BANDUNG – Shalat Iduladha merupakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah pada pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum waktu Zuhur.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli lirabbika wanhar
Artinya:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Dasar Hadits Tentang Shalat Id
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ
Artinya:
“Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar melaksanakan shalat Id sebelum khutbah.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Tata Cara Shalat Iduladha
1. Niat
Niat cukup di dalam hati.
Sebagai makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Iduladha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sebagai imam
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
2. Pelaksanaan Shalat
Shalat Id dilaksanakan dua rakaat tanpa azan dan iqamah.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُكَبِّرُ فِي الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى فِي الْأُولَى سَبْعَ تَكْبِيرَاتٍ وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا
Artinya:
“Rasulullah ﷺ bertakbir pada shalat Idulfitri dan Iduladha pada rakaat pertama tujuh kali dan rakaat kedua lima kali.”
(HR. Sunan Abu Dawud)
Rakaat Pertama
1. Takbiratul ihram
2. Membaca doa iftitah
3. Takbir tambahan 7 kali
Di sela-sela takbir dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya:
“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
4. Membaca Al-Fatihah
5. Membaca surat, dianjurkan:
Surah Al-A’la
atau Surah Qaf
6. Rukuk
7. I’tidal
8. Sujud dua kali
9. Berdiri ke rakaat kedua
Rakaat Kedua
1. Takbir tambahan 5 kali
2. Membaca Al-Fatihah
3. Membaca surat:
Surah Al-Ghasyiyah
atau Surah Al-Qamar
4. Menyempurnakan rakaat hingga salam
3. Khutbah Iduladha
Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah.
Khutbah biasanya berisi:
Ketakwaan kepada Allah
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim alaihissalam
Keteladanan Nabi Ismail alaihissalam
Keutamaan ibadah kurban
Allah SWT berfirman:
يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
Artinya:
“Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Sunnah-Sunnah Iduladha
Sebelum Shalat
Mandi sunnah
Memakai pakaian terbaik
Memakai wewangian
Bertakbir sejak malam Iduladha
Berangkat lebih awal
Berjalan kaki jika mampu
Dari Jabir bin Abdullah:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
Artinya:
“Nabi ﷺ ketika hari raya melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Anjuran Tidak Makan Sebelum Shalat
Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya:
“Nabi ﷺ tidak keluar pada Idulfitri hingga makan terlebih dahulu, dan pada Iduladha beliau tidak makan sampai pulang.”
(HR. Jami’ at-Tirmidhi)
Takbir Iduladha
Lafaz Takbir
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Iduladha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan total kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya shalatku, ibadah kurbanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-An’am: 162)
Semoga Allah menerima amal ibadah dan kurban kita semua.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum
“Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.”




