KARAWANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang menegaskan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala DP3A Karawang, Wiwiek Krisnawati, merespons isu yang berkembang terkait dugaan pesta komunitas gay di wilayah Karawang.
Menurut Wiwiek, keluarga memegang peran paling strategis dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta prinsip hidup anak sejak usia dini. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan intens antara orang tua dan anak harus terus diperkuat.
“Keluarga itu yang paling utama. Seorang ayah dan ibu harus lebih intens terhadap anaknya, membuka komunikasi, menjaga harmonisasi keluarga, dan memberikan edukasi mengenai mana yang benar dan mana yang salah,” ujar Wiwiek, Senin (8/6).
Ia menilai berbagai persoalan sosial yang menimpa anak dan remaja, termasuk perilaku berisiko maupun kasus kekerasan, tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan dan ketahanan keluarga.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan tersebut. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
“Semua kasus yang dilaporkan kepada DP3A pada prinsipnya adalah pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi dan sinergi dengan masyarakat,” katanya.
Wiwiek menjelaskan, lingkungan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Namun, pengaruh tersebut dapat diminimalkan apabila anak mendapatkan pendampingan yang cukup dari keluarga, edukasi yang berkelanjutan, serta penguatan nilai-nilai moral dan agama.
“Faktor dominan itu lingkungan. Tetapi ketika anak dibina sejak awal dengan kedekatan orang tua, diberikan edukasi dan penguatan nilai agama, kita berharap hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah,” ujarnya.
DP3A Karawang juga menyoroti fenomena semakin terbukanya sebagian remaja dalam mengekspresikan identitas diri yang menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, Wiwiek mengajak keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk memperkuat edukasi serta pengawasan terhadap anak-anak.
“Ini menjadi PR kita semuanya untuk terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar anak-anak kita terselamatkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Pernyataan DP3A Karawang tersebut muncul di tengah sorotan publik terkait dugaan aktivitas komunitas gay di salah satu tempat hiburan malam di Karawang yang sebelumnya juga mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat. Namun demikian, DP3A menekankan pendekatan pencegahan melalui penguatan keluarga dan pendidikan sebagai langkah utama dalam menjaga kualitas generasi muda.




