Internasional

Hubungan AS-Israel di Perang Iran: Siapa Mengendalikan Siapa?

×

Hubungan AS-Israel di Perang Iran: Siapa Mengendalikan Siapa?

Sebarkan artikel ini
Trump
Trump dengan Netanyahu, Siapa Mengendalikan Siapa?

YERUSALEM – Hubungan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menjadi sorotan menyusul eskalasi konflik Iran-Israel yang berakhir dengan penghentian sementara serangan kedua negara.

Dalam analisis yang disiarkan France 24, muncul perbedaan tajam persepsi antara publik Amerika Serikat dan Israel terkait siapa yang sebenarnya mengendalikan arah kebijakan perang di Timur Tengah.

Di Amerika Serikat, sebagian kalangan menilai Trump telah terseret ke dalam konflik akibat dorongan Netanyahu. Namun di Israel, justru berkembang pandangan sebaliknya. Netanyahu dinilai kehilangan independensi politik dan semakin bergantung pada keputusan Washington.

“Di Israel, posisi Netanyahu kini dipandang sebagai bentuk penghinaan total oleh Donald Trump yang pada titik tertentu dianggap telah memberikan instruksi militer kepada perdana menteri Israel,” demikian analisis yang disampaikan koresponden France 24 di Israel, Noga Tarnopolsky, Selasa (9/6/2026).

Menurut Tarnopolsky, Netanyahu semakin terlihat bukan sebagai pemimpin yang sepenuhnya menentukan arah kebijakan negaranya sendiri. Keputusan menghentikan operasi militer maupun melanjutkan serangan terbatas dianggap sangat dipengaruhi sikap Gedung Putih.

Persepsi tersebut muncul setelah Trump secara terbuka mendesak Israel menghentikan eskalasi terhadap Iran demi menjaga peluang negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Di sisi lain, Trump juga menghadapi tekanan politik yang tidak ringan di dalam negeri. Presiden AS itu terpilih dengan janji menghindari keterlibatan Amerika dalam perang baru di luar negeri. Namun konflik Iran-Israel justru menempatkannya pada posisi yang rumit.

Kenaikan harga energi, ketidakpastian pasar, serta belum tercapainya tujuan strategis terhadap Iran mulai memunculkan kritik dari berbagai kalangan di Amerika Serikat.

Menurut Tarnopolsky, baik Trump maupun Netanyahu kini sama-sama berusaha menghindari tanggung jawab politik atas situasi yang berkembang di Timur Tengah.

“Di Washington mulai muncul kebocoran informasi yang mengesankan bahwa Israel menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik. Sementara di Israel berkembang anggapan bahwa Netanyahu hanya mengikuti arahan Trump,” ungkap Tarnopolsky.

Kondisi itu dinilai menjadi indikasi awal retaknya aliansi politik yang selama ini dianggap sangat kuat antara kedua pemimpin tersebut.

Meski hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Israel tetap kokoh secara institusional, dinamika terbaru menunjukkan adanya perbedaan kepentingan politik yang semakin sulit disembunyikan.

Tarnopolsky menilai perkembangan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah hubungan Trump dan Netanyahu mampu bertahan menghadapi tekanan konflik Iran-Israel atau justru memasuki fase baru yang lebih kompleks.

Untuk saat ini, penghentian sementara serangan antara Iran dan Israel memang meredakan ketegangan militer. Namun di balik meredanya suara rudal, pertarungan politik antara para pemimpin yang selama ini berada dalam satu barisan justru semakin terlihat ke permukaan.