SUMEDANG – Perkembangan teknologi membuat arus informasi mengalir tanpa bendung. Sayangnya, tidak semua informasi di media sosial (medsos) bernilai positif atau bahkan benar.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Saat memberikan pendidikan politik di MAN 2 Sumedang, Kamis (11/6), Fajar blak-blakan meminta para pemilih pemula untuk tidak menelan mentah-mentah informasi dari gawai mereka.
“Di era sekarang, apa pun bisa diakses melalui handphone. Tapi ingat, tidak semua informasi itu benar dan membawa kebaikan,” ujar Fajar di hadapan ratusan siswa.
Menurutnya, program Goes to School ini sengaja digelar Pemkab Sumedang untuk meningkatkan literasi politik generasi muda. Tujuannya agar mereka tidak hanya mengenal politik secara parsial lewat medsos, melainkan mendapat pemahaman utuh dan berimbang.
Fajar menegaskan, pendidikan politik di sekolah bukan untuk mengarahkan siswa memilih figur tertentu. Melainkan, menjadi benteng agar pelajar mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh.
“Pendidikan politik ini membekali mereka agar berani mengambil keputusan secara bijak,” lanjutnya.
Menjelang pesta demokrasi, Fajar juga menitipkan pesan menohok bagi para calon pemilih pemula. Ia mewanti-wanti mereka agar menjauhi politik transaksional yang merusak tatanan demokrasi.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, jangan tergoda janji tidak rasional, dan paling penting: jauhi praktik politik uang! Jadilah pemilih cerdas, memilih bukan karena ikut-ikutan,” tegas Wabup.
Melalui langkah taktis ini, Pemkab Sumedang berkomitmen terus menghadirkan program pendidikan politik yang membumi. Ruang kelas dinilai menjadi tempat paling strategis untuk melahirkan pemilih berintegritas.
“Dari ruang kelas seperti inilah kita mulai membangun demokrasi yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas Fajar.








