Edukasi

Keutamaan Menyalatkan dan Mengantar Jenazah Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Sahih

×

Keutamaan Menyalatkan dan Mengantar Jenazah Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Sahih

Sebarkan artikel ini
Mengantar Jenazah
Ilustrasi Mengantar Jenazah

BANDUNG – Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Ketika seorang Muslim meninggal dunia, Islam mengajarkan umatnya untuk memenuhi hak-hak saudaranya, di antaranya memandikan, mengafani, menyalatkan, dan mengantarkan jenazah hingga ke pemakaman.

Menyalatkan dan mengantar jenazah bukan sekadar tradisi sosial, tetapi ibadah yang memiliki pahala besar sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ.

Kewajiban Mengurus Jenazah Muslim

Allah SWT berfirman:

«كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Kullu nafsin dzāiqatul maut.»

Artinya:

«”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

(QS. Ali Imran: 185)»

Karena kematian adalah keniscayaan, Islam mengatur tata cara penghormatan terakhir kepada seorang Muslim melalui pengurusan jenazah yang hukumnya fardu kifayah.

Menyalatkan Jenazah Merupakan Hak Sesama Muslim

Rasulullah ﷺ bersabda:

«حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

Artinya:

“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.”

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)»

Hadits ini menunjukkan bahwa mengikuti dan mengurus jenazah merupakan hak seorang Muslim yang harus diperhatikan oleh saudaranya.

Keutamaan Menyalatkan Jenazah

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ

Artinya:

“Barang siapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, maka baginya satu qirath pahala.”

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)»

Shalat jenazah merupakan doa dan permohonan ampunan bagi orang yang telah meninggal dunia.

Dalam shalat jenazah, kaum Muslimin memohonkan rahmat Allah bagi saudaranya yang telah berpulang.

Keutamaan Mengantar Hingga Pemakaman

Dalam lanjutan hadits yang sama Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ

Artinya:

“Dan barang siapa mengikutinya hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath pahala.”

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)»

Para sahabat bertanya:

«وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟»

“Apa yang dimaksud dua qirath itu?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

«مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Artinya:

“Seperti dua gunung yang besar.”

(HR. Sahih Muslim)»

Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala mengantar jenazah hingga proses pemakaman selesai.

Mengingatkan Manusia Akan Akhirat

Mengantar jenazah memiliki hikmah besar karena mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

Allah SWT berfirman:

«أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ

Artinya:

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu.”

(QS. An-Nisa: 78)»

Ketika seseorang melihat prosesi pemakaman, ia diingatkan bahwa suatu saat dirinya pun akan mengalami perjalanan yang sama.

Doa untuk Jenazah

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ dalam shalat jenazah:

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allāhumma-ghfir lahu warhamhu wa ‘āfihi wa’fu ‘anhu.»

Artinya:

«”Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan dia, dan maafkanlah dia.”

(HR. Sahih Muslim)»

Doa ini menjadi bentuk kasih sayang terakhir dari kaum Muslimin kepada saudaranya yang telah meninggal dunia.

Adab Mengikuti Jenazah

Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa adab ketika mengikuti jenazah:

1. Ikhlas karena Allah SWT.
2. Memperbanyak zikir dan doa.
3. Tidak bercanda atau tertawa berlebihan.
4. Mengambil pelajaran dari kematian.
5. Mendoakan jenazah dengan tulus.

Menyalatkan dan mengantar jenazah merupakan amal yang memiliki pahala sangat besar serta menjadi wujud ukhuwah Islamiyah yang sejati.

Seorang Muslim tidak hanya menemani saudaranya ketika hidup, tetapi juga mengantarkannya menuju peristirahatan terakhir dengan doa dan harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ تَبِعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا… رَجَعَ بِقِيرَاطَيْنِ

Artinya:

“Barang siapa mengikuti jenazah seorang Muslim karena iman dan mengharap pahala, maka ia kembali dengan membawa dua qirath pahala.”

(HR. Sahih al-Bukhari)»

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu memenuhi hak saudara sesama Muslim, baik ketika hidup maupun setelah wafat.

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَمْوَاتِنَا وَأَمْوَاتِ الْمُسْلِمِينَ

“Ya Allah, ampunilah orang-orang yang telah meninggal di antara kami dan seluruh kaum Muslimin.”»